Cetak Prestasi, 913 Pelajar Madrasah Adu Tangkas di Olimpiade Sains

Olimpiade Sains Madrasah diyakini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang transformasional.

Diperbarui 27 Mei 2025, 19:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olimpiade Sains Madrasah 2025 digelar di Gelanggang Mahasiswa, Gedung HM Arsjad Thalib, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan. Total, 913 siswa ikut berpartisipasi, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Direktur Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), Fahruroji Panjaitan mengatakan, acara yang diinisiasi oleh POSI menjadi bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan daya saing akademik pelajar madrasah di seluruh penjuru tanah air.

"Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa madrasah juga bisa bersaing dan menjadi yang terbaik. POSI hadir untuk membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh pelajar Indonesia, tanpa terkecuali,” kata Fahruroji seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (27/5/2025).

Senada dengan itu, Manager Learner Experience POSI, Ari Martua, Olimpiade Sains Madrasah diyakini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang transformasional.

"Kami ingin menciptakan pengalaman yang membekas, bukan sekadar lomba yang dilupakan. Di POSI, siswa diajak bukan hanya mengerjakan soal, tetapi juga membangun rasa percaya diri, mengenal teman baru dan menemukan semangat belajar dari tempat yang mungkin sebelumnya tak mereka bayangkan: dari madrasah, untuk masa depan Indonesia,” ujar Ari.

 

Ajang Pembuktian

Sebagai informasi, kompetisi Olimpiade Sains Madrasah 2025 menjadi diyakini menjadi ajang pembuktian bahwa siswa madrasah juga mampu menunjukkan kecemerlangan dalam bidang sains. Pada jenjang SD, MIN 1 Kota Medan tampil sebagai juara pertama, disusul oleh MIN 3 Labuhan Batu dan MIS Ummi sebagai juara kedua dan ketiga.

Sementara di jenjang SMP, MTsN 2 Medan meraih juara pertama, kemudian Boarding School SMP Jabal Rahmah Mulia di posisi kedua, dan MTsS Muhammadiyah Sidomulyo di posisi ketiga. Untuk tingkat SMA, MAN 1 Medan sukses mengamankan posisi teratas, diikuti MA Taruna Teknik Al Jabbar dan MAN 2 Langkat.

POSI meyakini bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang pencapaian prestasi, tetapi juga momentum membangun karakter, mengasah daya pikir kritis, dan menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap siswa. Harapannya, ke depan akan semakin banyak madrasah dari seluruh penjuru Indonesia yang berpartisipasi dan ikut merasakan manfaat dari kompetisi sains yang inklusif dan berdaya saing ini.

Acara turut dihadiri Ketua Tim Kesiswaan Pendidikan Madrasah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Nursyamsiah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi pelajar madrasah. Senada dengan itu, Prof. Katimin selaku Wakil Rektor III UINSU juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif dan kompetitif ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6