Liputan6.com, Jakarta - Pagi itu, Kurniawati melangkah ringan menuju halte TransJabodetabek di kawasan Vida Bekasi. Tak ada helm di kepalanya, tak ada motor yang harus ia pacu menembus padatnya lalu lintas dari Jatiasih ke Cawang. Sejak dua pekan terakhir, pekerja swasta ini meninggalkan rutinitas lamanya: Mengendarai motor selama hampir dua jam ke kantor di Jakarta Barat.
"Makanya saya bersyukur dan senang banget pas tahu ada rute Vida Bekasi–Cawang ini. Sangat membantu karena di Jatiasih ini ke stasiun jauh dan enggak ada TransJakarta sebelumnya,” ujar Kurniawati saat ditemui Liputan6.com, Selasa, (27/5/2025).
Kurniawati bukan satu-satunya warga pinggiran Jakarta yang mulai beralih ke layanan TransJabodetabek. Sejak diresmikan Gubernur Jakarta Pramono Anung pada 15 Mei lalu, rute baru ini dirancang untuk menjangkau kawasan permukiman padat yang selama ini luput dari layanan bus reguler.
Advertisement
Kini, dengan tarif hanya Rp3.500 sekali jalan, Kurniawati tak lagi harus tiba di kantor dengan tubuh penat karena panas dan polusi.
"Lebih enak naik TransJabodetabek ini, karena murah ongkosnya. Terus sampai kantor juga enggak kusut, enggak kena macet dan kepanasan,” katanya.
Namun, bukan berarti perjalanan selalu mulus. Di beberapa titik seperti kawasan Cawang dan Pancoran, kemacetan tetap menjadi tantangan. Tapi Kurniawati punya cara menyiasatinya, berangkat lebih pagi.
"Ya ada lah macet, tapi pinter-pinter kita atur waktunya,” ujarnya.
Mimpi Pramono Urai Kemacetan Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203648/original/091706900_1745981035-IMG_7684.jpg)
Peluncuran rute baru TransJabodetabek ini memang menjadi bagian dari janji kampanye Pramono Anung dan wakilnya, Rano Karno. Gubernur Pramono menyatakan, ingin menjadikan Jakarta kota inklusif untuk semua yang kelompok dan lapisan masyarakat. Implementasinya, terbukanya rute baru di sejumlah wilayah bagi bus Transjabodetabek.
Mulai dari Vida di Bekasi yang berada di Kompeks, kemudian Alam Sutera, hingga PIK 2. Bahkan kini, Pramono sedang menyiapkan hub baru yang akan menghubungkan pelbagai macam rute transportasi, seperti yang ada di Blok M."Kita akan punya hub baru apakah di lapangan Banteng, apakah di Kuningan, sekarang sedang kita godok untuk segera diputuskan," kata Pramono Anung di Jakarta, seperti dikutip Senin (26/5/2025).
Pramono bermimpi, Jakarta harus menuju level kota global seperti Tokyo atau pun New York. Demi menggapai cita-cita tersebut, salah satu hal dibenahinya adalah sistem transportasi yang terintegrasi.
Dia berharap, dengan hadirnya Blok M sebagai hub maka transit oriented development (TOD) bisa terwujud dengan interkoneksi antarmoda tanpa mengesampingkan hak kelompok disabilitas dan pejalan kaki.
Advertisement
Dekatkan Warga dengan Transportasi Umum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203701/original/017570700_1745982849-20250430-Pram-HER_1.jpg)
Pengamat transportasi Azas Tigor, keberadaan layanan ini adalah langkah konkret menjawab kebutuhan warga kota-kota satelit Jakarta yang selama ini kesulitan menjangkau transportasi umum langsung ke pusat kota.
“Selama ini akses TransJabodetabek itu belum merata. Paling juga cuma sampai Harapan Indah, Depok cuma sampai UI, Cibubur. Padahal Jakarta itu satu kesatuan dengan Bodetabek,” kata Azas.
Ia melihat tren positif dalam peningkatan minat masyarakat terhadap TransJabodetabek. Sebab, banyak warga penyangga ibu kota masih bergantung pada kendaraan pribadi akibat minimnya pilihan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.
“Ini bisa mengatasi kemacetan. Banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi karena akses yang enggak ada. TransJabodetabek menjawab itu,” ucap Azas.
Biaya Lebih Murah
Menurut dia, potensi layanan ini masih terbuka lebar. Jika jalurnya diperluas ke lebih banyak wilayah, semakin banyak pula masyarakat yang akan beralih ke angkutan publik.
"Cukup besar pengaruhnya karena perjalanan jadi efektif. Biayanya juga lebih murah, waktu juga sesuai,” katanya.
Jika janji perluasan ini benar-benar dijalankan, maka satu per satu motor seperti milik Kurniawati akan tinggal di garasi. Dan mungkin, jalan-jalan Jakarta akan sedikit lebih lengang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1211634/original/093096600_1461305717-160421_Aturan_Aplikasi_Transportasi_infografis_Abdillah__1_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559051/original/095335400_1546242244-IMG-20181231-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263788/original/011902900_1602334206-20201010-Sejumlah-Halte-Diperbaiki_-Transjakarta-Tetap-Beroperasi-Normal-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9252291/original/060861300_1783146924-158529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127832/original/025254300_1660804798-Halte_Gelora_Bung_Karno_Beroperasi_Kembali-Herman_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538681/original/025140800_1774573609-TransJakarta_Bandara.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782354/original/061476800_1782883933-20250919_092744.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8055880/original/034360300_1780899695-transjabodetabek.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256275/original/043072300_1781151920-Pram.jpeg)