Pramono Kebut Rute Baru Transjabodetabek, Efektif Urai Kemacetan?

Hadirnya Transjabodetabek dinilai dapat menjadi solusi bagi warga yang tinggal di luar Jakarta, tetapi harus berkegiatan setiap hari di pusat kota.

Diterbitkan 26 Mei 2025, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Pramono Anung menyatakan, ingin menjadikan Jakarta kota inklusif untuk semua yang kelompok dan lapisan masyarakat. Implementasinya, terbukanya rute baru di sejumlah wilayah bagi bus Transjabodetabek.

Mulai dari Vida di Bekasi yang berada di Kompeks, kemudian Alam Sutera, hingga PIK 2. Bahkan kini, Pramono sedang menyiapkan hub baru yang akan menghubungkan pelbagai macam rute transportasi, seperti yang ada di Blok M.

"Kita akan punya hub baru apakah di lapangan Banteng, apakah di Kuningan, sekarang sedang kita godok untuk segera diputuskan," kata Pramono Anung di Jakarta, seperti dikutip Senin (26/5/2025).

Pramono bermimpi, Jakarta harus menuju level kota global seperti Tokyo atau pun New York. Demi menggapai cita-cita tersebut, salah satu hal dibenahinya adalah sistem transportasi yang terintegrasi.

Dia berharap, dengan hadirnya Blok M sebagai hub maka transit oriented development (TOD) bisa terwujud dengan interkoneksi antarmoda tanpa mengesampingkan hak kelompok disabilitas dan pejalan kaki.

Menanggapi hal itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, mimpi Pramono bisa saja terwujud jika ada keseriusan. Menurut dia, semua gubernur pasti ingin Jakarta menjadi lebih baik. Utamanya, dalam menjawab masalah kemacetan.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini berpandangan, dibukanya sejumlah rute baru bus Transjabodetabek bisa memberi dampak mobilitas warga Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi lebih mudah. Termasuk, mengurangi ketergantungan mereka terhadap kendaraan pribadi.

"Kehadiran transportasi umum yang langsung menghubungkan kawasan Bodetabek dengan Jakarta dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Jabodetabel," tulis Djoko melalui pesan diterima Liputan6.com, seperti dikutip Senin (26/5/2025).

Djoko mencatat, secara umum wilayah Jabodetabek memiliki panjang jalan 16.799,13 km, namun cakupan layanan angkutan umum baru sekitar 54,30 persen. Selain itu, kecepatan rata-rata bus lokal Bodetabek masih sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas setempat, karena belum dioperasikan jalur khusus.

"Kecepatan angkutan kota (yang masih merupakan moda angkutan umum terbanyak di wilayah Jabodetabek) hanya sekitar 17,36 km/jam," tutur Djoko.

Jangan Tolak Bergandeng Tangan dengan Jakarta

Djoko meyakini, hadirnya Transjabodetabek dapat menjadi solusi bagi warga yang tinggal di luar Jakarta, tetapi harus berkegiatan setiap hari di pusat kota. Mereka dapat menggunakan layanan bus dengan rute-rute baru yang lebih luas jangkauannya.

"Mereka tidak perlu membeli sepeda motor untuk digunakan ke tempat kerja. Cukup dengan layanan Transjabodetabek bertarif murah, bila perlu masuk kategori bebas membayar menggunakan Transjabodetabek," yakin Djoko.

Dia pun mendorong, kepada wilayah yang digandeng rute Transjabodetabek agar kepala daerah setempat dapat memberi perhatian khususnya agar tidak terjadi penolakan di titik rute yang akan dilewati.

"Gubernur dan Bupati agar memberikan perhatian khusus bagi pengembang perumahan yang menolak kehadiran Transjabodetabek di daerahnya. Keberadaan angkutan umum di kawasan perumahan sangat membantu penghuni untuk bermobilitas dengan tarif murah," dorong Djoko.

Sebelumnya pada peresmian rute baru TransJabodetabek yakni Vida (Bekasi) menuju Cawang Central (Jakarta), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan rerata ongkos dihabiskan untuk sekali jalan ke Jakarta berkisar Rp 15.000 sampai dengan Rp 20.000 .

Namun dengan adanya Transjabodetabek rute baru kali ini, mereka hanya cukup dengan membayar Rp2.000 saja. Dengan waktu tempuh sekira satu hingga dua jam perjalanan, menyesuaikan kepadatan lalu lintas.

"Jadi yang menarik adalah mengenai tarif, pada saat jam sibuk ada diskon yang lebih besar, harganya hanya Rp2.000 dan untuk jam biasa, itu Rp3.500. Karena kalau biasanya masuk ke Jakarta itu Rp15.000 sampai Rp20.000 (jika naik kendaraan pribadi seperti motor). Jadi saya kira ini tentu akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang ada, terjadi penghematan dan yang lebih penting adalah bagaimana warga masyarakat Kota Bekasi mendapatkan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau," harap Tri saat ditemui saat peresmian rute Vida-Cawang di Jakarta, Kamis 15 Mei 2025.

Warga Mengaku Terbantu Hadirnya Rute Transjabodetabek Vida-Cawang

Nabila, pekerja swasta di Jakarta yang tinggal di Bekasi mengaku sangat terbantu dengan hadirnya rute Transjabodetabek Vida-Cawang. Jika sebelumnya harus berpindah atau transit, saat menggunakan transportasi umum, kini dia hanya cukup dengan satu kali naik sudah bisa mencapai pusat kota.

"Rute baru Cawang-Vida ini sudah membantu banget karena sebelumnya akses ini belum terbuka langsung ke Transjakarta apalagi harganya yang hanya 3.500," tutur Nabila.

Nabila berharap, ke depan tarif menuju Bekasi di rute lainnya bisa menggunakan kebijakan one tarif. Sebab dirinya masih menemukan ada rute dengan tarif yang berbeda.

"B11 itu penumpang masih harus dua kali tap dua kali, jadi turun terus naik lagi jadi secara keseluruhan dalam sekali jalan itu 7.000 tapi kalau Cawang-Vida ini tidak seperti itu ke Cibubur juga kalau tidak salah Transjabodetabeknya juga tidak seperti itu. Jadi harapannya sih bisa one tarif artinya sama tarifnya tidak hanya untuk Cawang-Vida yang Rp 3.500 tapi juga rute yang Cawang-Summarecon Bekasi," saran dia.

Mengenai pengalaman menggunakan bus TransJabodetabek rute Cawang-Vida, Nabila mengaku belum menemukan masalah. Dia masih menilai bus cukup nyaman dengan waktu tunggu antar moda yang tidak terlalu lama.

"Untuk soal lain untuk waktu tunggu juga kenyamanan dari angkutannya dan lain sebagainya, so far sudah cukup oke dan terbantu banget dengan adanya rute-rute baru Transjabodetabek ini," pungkas Nabila.

Sebagai informasi, berikut sejumlah rute bus Transjabodetabek yang telah beroperasi:

- B11 Cawang–Summarecon Bekasi (Kota Bekasi)

- B21 Cawang–Bekasi Timur (Kota Bekasi)

- D11 Cawang Sentral via Cibubur–Terminal Depok (Kota Depok)

- D21 Lebak Bulus–Universitas Indonesia (Kota Depok)

- S11 Jelambar–BSD (Kota Tangerang Selatan)

- S21 CSW–Ciputat (Kota Tangerang Selatan)

- S22 Kampung Rambutan–Ciputat (Kota Tangerang Selatan)

- T11 Petamburan–Poris Plawad (Kota Tangerang)

- T12 Juanda–Poris Plawad (Kota Tangerang)

- SH1 Kalideres–Perkantoran Soekarno-Hatta (Kota Tangerang)

- S61 Blok M–Alam Sutera

- B41 Cawang–Vida Bekasi

- T31 Blok M–PIK 2.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6