Metro Sepekan: 36 WNI Nekat Berangkat Haji Non Prosedural Lewat Bandara Soetta Pakai Visa Kerja

Polres Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) kembali menggagalkan sebanyak 36 calon jemaah haji non prosedural yang akan berangkat melalui bandara tersebut.

Diterbitkan 12 Mei 2025, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) kembali menggagalkan sebanyak 36 calon jemaah haji non prosedural yang akan berangkat melalui bandara tersebut. Mereka berangkat menggunakan visa kerja atau amil pada Rabu 7 Mei 2025.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soetta Komisaris Yandri Mono mengatakan, polisi bersama petugas imigrasi, mencegah keberangkatan puluhan penumpang ini karena diduga akan melaksanakan ibadah haji namun menggunakan visa kerja atau amil.

Yandri menuturkan ke 36 orang calon jemaah haji ini terdiri dari 34 orang calon jemaah dan 2 orang lainnya adalah pemimpin dan pendamping. Agar tak dicurigai, mereka menggunakan Srilanka Airlines UL 356 tujuan Jakarta-Colombo dan Riyadh.

Sementara itu, polisi meringkus pelaku begal yang menewaskan pengemudi atau driver ojek online (ojol) berinisial RS (56) di Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelaku begal inisial RK (25) dibekuk di kontrakannya di daerah Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin 5 Mei 2025. Sebelumnya, driver ojol ditemukan tewas di daerah Sukabakti, Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Minggu dini hari, 4 Mei 2025.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar dalam posisi tergeletak di pinggir jalan. Saat ditemukan, jaket dengan tulis Grab yang dipakai korban terlihat berlumuran darah.

Berita lain yang terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah terkait Polri menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Serentak mulai Kamis, 1 Mei 2025.

Operasi besar tersebut menyasar kepada praktik premanisme yang semakin marak dan meresahkan masyarakat, serta berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi nasional.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, langkah itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025, yang ditujukan kepada seluruh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

1. 36 WNI Nekat Berangkat Haji Non Prosedural Lewat Bandara Soetta Pakai Visa Kerja

Polres Bandara Soekarno Hatta kembali menggagalkan sebanyak 36 calon jemaah haji non prosedural yang akan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berangkat menggunakan visa kerja atau amil.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Yandri Mono mengatakan, polisi bersama petugas imigrasi, mencegah keberangkatan puluhan penumpang ini karena diduga akan melaksanakan ibadah haji namun menggunakan visa kerja atau amil.

"Modusnya juga sama, menggunakan penerbangan transit," ujar Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono, Rabu, 7 Mei 2025.

Yandri juga menuturkan ke 36 orang ini terdiri dari 34 orang calon jemaah dan 2 orang lainnya adalah pemimpin dan pendamping. Agar tak dicurigai, mereka menggunakan Srilanka Airlines UL 356 tujuan Jakarta-Colombo dan Riyadh.

 

Selengkapnya...

2. Polisi Tangkap Begal yang Tusuk Driver Ojol di Bogor hingga Tewas

Polisi meringkus pelaku begal yang menewaskan pengemudi atau driver ojek online (ojol) berinisial RS (56) di Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelaku begal inisial RK (25) dibekuk di kontrakannya di daerah Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin, 5 Mei 2025.

"Pelaku kurang dari 24 jam diamankan di kontrakannya di Cibungbulang," kata Waka Polres Bogor Kompol Rizka Fadhila, Rabu, 7 Mei 2025.

Driver ojol ditemukan tewas di daerah Sukabakti, Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Minggu dini hari, 4 Mei 2025.

 

Selengkapnya...

3. Polri Gelar Operasi Besar-besaran Berantas Premanisme yang Makin Meresahkan

Polri menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Serentak mulai Kamis, 1 Mei 2025. Operasi besar tersebut menyasar kepada praktik premanisme yang semakin marak dan meresahkan masyarakat, serta berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi nasional.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, langkah itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025, yang ditujukan kepada seluruh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

Trunoyudo menegaskan, operasi besar tersebut menjadi komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Polri berkomitmen memberantas aksi premanisme yang selama ini menjadi keresahan masyarakat dan berpotensi menghambat investasi. Operasi ini bertujuan menindak tegas pelaku dan mengungkap jaringan pelaku premanisme secara menyeluruh," tutur Trunoyudo dalam keterangannya, Selasa, 6 Mei 2025.

 

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6