Produk Alat Pijat Buatan Indonesia Tembus Pasar Eropa Lewat Kawasan Ekonomi Khusus

Ekspor berkelanjutan dari sektor alat kesehatan diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus mendorong pertumbuhan industri manufaktur berorientasi ekspor.

Diperbarui 09 Mei 2025, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Beurer Indonesia, perusahaan asal Jerman yang bergerak di sektor alat kesehatan, sukses mengekspor 12.000 unit alat pijat ke Jerman melalui fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Ekspor perdana ini menandai kontribusi nyata perusahaan terhadap peningkatan ekspor nasional Indonesia.

Sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA), PT Beurer Indonesia memanfaatkan berbagai insentif yang diberikan dalam skema KEK.

Fasilitas tersebut mencakup pembebasan bea masuk untuk barang modal, pembebasan pajak impor, hingga kemudahan administrasi dalam pemasukan dan pengeluaran barang.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Bier Budy Kismulyanto, yang turut hadir dalam pelepasan ekspor perdana, menyampaikan apresiasinya.

"Fasilitas KEK adalah bentuk nyata dukungan Bea Cukai dalam mendorong daya saing industri, menarik investasi, dan memperkuat ekspor. Selamat kepada PT Beurer Indonesia atas capaian ekspor perdananya,” ujar Bier.

 

Pendorong Pertumbuhan Ekspor

Bier mengatakan, pihaknya terus mengawal optimalisasi fasilitas KEK dengan pendekatan pengawasan dan pelayanan yang seimbang. Di tengah tantangan ekonomi global, termasuk dampak kebijakan Amerika Serikat, KEK diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor nasional dan peningkatan investasi asing.

Ekspor alat pijat ke Jerman ini juga menandai langkah awal PT Beurer Indonesia dalam memperluas pasar internasional.

Bier mengatakan, ke depan, ekspor berkelanjutan dari sektor alat kesehatan diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus mendorong pertumbuhan industri manufaktur berorientasi ekspor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6