Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Siber Polda Metro Jaya membongkar pemerasan dengan modus video call sex atau VCS. Satu orang pelaku ditangkap. Penangkapan pelaku MD dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan usai mendalami laporan dari salah seorang korban.
Kasubdit 4 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menjelaskan MD awalnya pelaku menjaring korban lewat aplikasi live streaming Bigo Live.
"Modus operandi pelaku MD ini membuka aplikasi medsos Bigo Live. kemudian meng-upload konten yang menarik. Jadi dia berpura-pura seolah-olah menjadi sosok seorang perempuan yang cantik. Sehingga nanti akan ada korban yang tertarik untuk berkomunikasi," kata Herman saat konferensi pers, Selasa (6/5/2025).
Advertisement
Herman mengatakan, MD mengarahkan calon korban agar melanjutkan komunikasi via Telegram. Di aplikasi Telegram, pelaku mengarahkan korban untuk melakukan video call dengan menampilkan rekaman video vulgar.
"Sehingga korban menunjukkan organ-organ intim pada si korban," ucap dia.
Â
Ancam Disebarkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210993/original/043387200_1746522329-IMG_0398.jpeg)
Dia mengatakan, pelaku kemudian memeras korban. Jika tidak menuruti permintaan, pelaku mengancam akan menyebarkan video kepada keluarga dan rekan korban.
"Jadi, memang sebelumnya pelaku juga sudah melakukan profiling terhadap korban yang akan dia lakukan pemerasan," ujar dia.
Akibat hal ini, korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 2,5 juta. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berada di wilayah Palembang dan langsung melakukan penangkapan.
Â
Advertisement
Berstatus Buron
Dia mengatakan, pelaku MD diduga tidak bekerja sendiri. Terungkap ada sosok lain yang diduga kakak kandung pelaku, kini berstatus buron.
"Karena pada saat ditangkap, DPO ini tidak ada di tempat," ucap dia.
Atas perbuatannya, tersangka MD dijerat Pasal 27B juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1675089/original/096415900_1502364631-170810_Hindari_Tindakan_Kriminal__4_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210992/original/046897200_1746522328-IMG_0363.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315189/original/062467500_1785829929-414825.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311161/original/034318600_1785390782-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_12.38.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310913/original/000269800_1785380864-pem8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309062/original/068035700_1785217982-1001504954.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4498207/original/053158500_1689053512-syahrul-alamsyah-wahid-totiuLl8FaY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307810/original/098515800_1785105476-1001499932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304141/original/078967400_1784708035-Video_Viralls.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)