Curhat ke DPR, Kepala BGN Sebut Pegawainya Belum Terima Gaji

Kepala BGN Dadan Hindayana menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI dan salah satu hal yang disampaikan adalah soal realisasi anggaran hingga awal Mei 2025.

Diterbitkan 06 Mei 2025, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) Dadan Hindayana menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI. Salah satu hal yang disampaikan adalah soal realisasi anggaran hingga awal Mei 2025.

Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, serapan anggaran masih sangat rendah, terutama di sektor pegawai yang menyebabkan seluruh jajaran struktural belum menerima gaji.

"Badan Gizi memiliki anggaran Rp71 Triliun dan sampai hari ini kita baru bisa menyerap Rp2,386 Triliun. Jadi baru kurang lebih 3,36 persen," ujar Dadan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Ia merinci, serapan anggaran untuk pegawai saat ini ada di angka 0,01 persen. Hal itu diakibatkan, keterlambatan pencairan karena alokasi awal masih difokuskan pada program-program prioritas seperti perekrutan sarjana penggerak pembangunan, ahli gizi, dan akuntan. Imbasnya, kata Dadan, hak untuk pegawai jadi tertunda.

"Perlu bapak ibu ketahui bahwa seluruh struktural Badan Gizi sampai sekarang masih belum menerima gaji," keluh Dadan.

Dia mengaku, kondisi tersebut mengganggu operasional internal BGN dan menurunkan motivasi kerja pegawainya yang telah berkomitmen menjalankan program unggulan dari Presiden Prabowo tersebut.

Namun, Dadan optimistis hal itu bersifat sementara dan pencairan gaji untuk pegawainya akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Jadi kami mungkin baru bulan ini atau bulan depan akan menerima gaji, sehingga nanti pencairan di bidang pegawai ini akan lebih cepat setelah bulan depan," harap dia menandasi.

 

Prabowo Kumpulkan Jajaran BGN di Hambalang, Beri Arahan Ini

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 3 Mei 2025.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, dalam pengarahan kepada jajarannya, Prabowo menekankan pentingnya ketelitian dan kecermatan dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut penting mengingat program MBG merupakan investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Pak Presiden tadi mengarahkan kepada kami agar kami tetap semangat untuk berkarya, bekerja lebih teliti, lebih cermat. Karena ini adalah program strategik, program untuk investasi SDM masa depan dan ini sangat riskan dengan hal-hal yang akan terjadi di lapangan," kata Dadan usai rapat bersama Prabowo, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu 3 Mei 2025.

Selain itu, Prabowo memberikan motivasi kepada para petugas di lapangan, khususnya para anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi garda terdepan program ini.

 

Lebih Cermat dan Semangat

Terkait capaian program, Dadan menyebut bahwa target layanan hingga April telah tercapai. Dia optimistis dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

"Sejauh ini sesuai dengan target, karena sebetulnya target kami kan dulu sampai April itu kita melayani 3 juta. Nah itu Alhamdulillah sudah tercapai, nanti dari bulan Mei sampai Agustus kita akan melayani 6 juta. Dan kita sedang mengejar itu, sehingga nanti kami berharap di akhir Mei atau awal Juni penerima manfaat sudah mencapai 6 juta," ucap dia.

Lebih lanjut, Dadan menambahkan bahwa setelah pendidikan SPPI batch 3 rampung, pelayanan akan semakin dipercepat dengan target lebih dari 20 juta penerima manfaat pada akhir Agustus 2025.

Dadan turut menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran Badan Gizi Nasional semakin termotivasi dan berkomitmen tinggi dalam menjalankan program ini.

"Insyaallah, mudah-mudahan semua tadi para pejabat dan pegawai Badan Gizi semangat, tambah semangat. Para SPPI juga tambah semangat, tambah patriotik sehingga kita bisa bekerja lebih semangat dan juga lebih cepat, lebih cermat dan target kita adalah zero accident. Tidak ada kejadian keracunan di lapangan," tutur Dadan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6