Siapkan Bantuan Siswa Non-Negeri, Khofifah Pastikan Warga Jatim Akses Pendidikan Berkualitas

Khofifah mengatakan, pemerataan peningkatan kualitas dan akses pendidikan tentu diutamakan bagi siswa berlatar belakang keluarga kurang mampu serta anak buruh.

Diperbarui 02 Mei 2025, 20:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyiapkan program bantuan pendidikan demi wujudkan kesetaraan pendidikan berkualitas. Khofifah menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi siswa gagal masuk sekolah negeri.

Gebrakan nyata tersebut digagas demi membanguan SDM Jatim berkualitas dan berdaya saing.

Khofifah menyampaikan, Pemprov Jatim akan memberikan dukungan finansial langsung kepada calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Setiap anak dari keluarga miskin yang tidak diterima di SMA/SMK negeri akan mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta.

“Pemprov bersiap memberikan biaya Rp1 juta bagi calon murid yang tidak diterima di SMA/SMK Negeri,” tutur Khofifah dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 di Surabaya, Jumat (2/5/2025).

Dia menambahkan pemerataan peningkatan kualitas dan akses pendidikan tentu diutamakan bagi siswa berlatar belakang keluarga kurang mampu serta anak buruh. Pemerataan akses pendidikan menjadi fondasi kuat menuju Jatim lebih maju.

“Pemprov terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dukungan pada program pendidikan bermutu untuk semua masyarakat terus digelorakan dalam kebijakan melalui Dinas Pendidikan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Dia menyampaikan, Pemprov telah menyiapkan beberapa paket kebijakan demi lebih meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama fasilitas pendidikan untuk calon peserta didik dari keluarga ekonomi kurang mampu, anak-anak para buruh dan pekerja.

 

Rehabilitasi Infrastruktur Pendidikan

Nantinya, Pemprov Jatim akan melakukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan pada tahun 2025. Terdapat 34 SMA, 95 SMK, dan 30 SLB yang akan menerima pembaruan dengan total anggaran sebesar Rp107 miliar.

“Pertama adalah pembangunan dan rehabilitasi 34 SMA, 95 SMK, dan 30 SLB pada 2025, total anggaran yang kita siapkan adalah 107 miliar,” jelas Khofifah.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6