Perkuat Pendidikan Tinggi dan Riset, Kemdiktisaintek Luncurkan Program Diktisaintek Berdampak

Brian mengatakan, program Diktisaintek Berdampak tidak hanya menekankan pada output akademik, tetapi juga pada outcome yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Diperbarui 02 Mei 2025, 19:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program “Diktisaintek Berdampak” dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2025), di Graha Diktisaintek, Jakarta.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, riset, dan inovasi teknologi, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan bahwa peluncuran ini merupakan langkah strategis dan transformatif dalam menjawab tantangan ketimpangan dan rendahnya dampak nyata pendidikan tinggi terhadap masyarakat.

“Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memegang peran kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, relevan, dan berdampak,” ujar Menteri Brian.

Ia menambahkan bahwa transformasi ini harus mampu membuka akses seluas mungkin dengan kualitas yang setara di seluruh Indonesia. “Diktisaintek Berdampak adalah gerakan nasional untuk mewujudkan hal itu,” ucapnya.

Program ini tidak hanya menekankan pada output akademik, tetapi juga pada outcome yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Brian menyebut bahwa pendidikan tinggi harus menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

“Tentu, program ini adalah gerakan bersama, inspirasi, refleksi kita ketika berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra-mitra kami. Ini merupakan gerakan bersama yang menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi, mahasiswa sebagai penggerak utama perubahan, dan riset sebagai arah pembangunan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, terutama antara kampus, pemerintah daerah, industri, dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Harapannya, perguruan tinggi di Indonesia bisa bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, industri, masyarakat, dan UMKM, berkolaborasi mendorong kemajuan sehingga kampus bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah,” jelas Brian.

Bukan Sekedar Slogan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menambahkan bahwa Diktisaintek Berdampak bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk mentransformasi ekosistem pendidikan tinggi menjadi lebih ilmiah, sosial, dan berdampak nasional.

“Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, mari kita lanjutkan perjuangan untuk membentuk masa depan pendidikan yang menjangkau lebih banyak, melayani lebih dalam, dan berdampak lebih luas bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Program ini diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan konkret seperti Kampus Berdampak, SMA Unggul Garuda, Beasiswa ADik, skema Riset Diktisaintek melalui LPDP, Program Kosabangsa untuk daerah 3T, serta penguatan kerja sama riset luar negeri yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6