Prabowo Disebut Bakal Hadiri May Day 2025 di Monas, Presiden KSPI Said Iqbal: Jadi Momen Bersejarah

Presiden KSPI Said Iqbal mengajak ratusan ribu buruh merayakan May Day 2025 bersama Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Diperbarui 29 April 2025, 23:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau Presiden KSPI Said Iqbal yang juga pernah menjabat di Governing Body International Labour Organization (ILO) menyampaikan pesan khusus menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025.

Dalam pernyataannya, Presiden KSPI Said Iqbal mengajak ratusan ribu buruh merayakan May Day 2025 bersama Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

"Ratusan ribu buruh, hampir mendekati 200 ribu buruh, akan merayakan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto di Monas pada 1 Mei 2025," ujar Said Iqbal melalui keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).

Ia menekankan, kedatangan Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah. Karena, kata Said Iqbal, ini merupakan kedua kalinya seorang Presiden Indonesia menghadiri perayaan May Day setelah Presiden Sukarno.

"Kedatangan Presiden Prabowo menunjukkan empati, perhatian, dan keberpihakan kepada kalangan menengah bawah, kaum terpinggirkan, dan orang-orang kecil. Itulah harapan seluruh rakyat Indonesia," papar dia.

Said Iqbal memaparkan, ada enam isu utama yang akan disuarakan dalam peringatan May Day 2025, yakni penghapusan Outsourcing, pembentukan Satgas PHK, upah Layak, pengesahan UU Ketenagakerjaan Baru bukan model Omnibus Law UU Cipta Kerja, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), serta pemberantasan korupsi dengan RUU Perampasan Aset.

"May Day bukan sekadar hari libur, melainkan momen perjuangan hak-hak buruh. May Day is not a holiday, May Day is struggling of labor issue. Hari buruh bukan hari libur, May Day adalah hari perjuangan kaum buruh," papar Said Iqbal.

 

Optimisme pada Presiden Prabowo

Presiden KSPI Said Iqbal juga menyatakan optimisme Presiden Prabowo Subianto akan mewujudkan welfare state (negara kesejahteraan) yang diidamkan pekerja.

"Kami yakin, kami percaya, dan kami akan mendukung Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan negara kesejahteraan bagi tenaga kerja," pungkas Said.

Sebelumnya, lebih 1,2 juta buruh di seluruh Indonesia akan memperingati May Day atau Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2025. Peringatan May Day di Jakarta akan digelar di Lapangan Monas, yang rencananya akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto bersama 200 ribu buruh

Hal tersebut diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

"Iya (akan dihadiri Presiden Prabowo)," kata Said kepada Liputan6.com, Minggu 27 April 2025.

 

May Day 2025, Buruh Minta Prabowo Turun Tangan Atasi PHK Massal

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025 (May Day) akan jadi momentum penting bagi kalangan kelas pekerja. Sejumlah isu ketenagakerjaan akan disuarakan buruh dihadapan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban mengatakan, perayaan May Day kali ini berbeda lantaran ada rencana Kepala Negara akan hadir. Menurutnya hal ini jadi momentum menyuarakan aspirasi buruh.

"Yang kami katakan nanti sampaikan adalah terima kasih untuk kehadiran presiden untuk pertama kali setelah May Day diakui di Indonesia, bertemu dengan serikat buruh," kata Elly saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (29/4/2025).

Momentum spesial ini akan digunakan oleh buruh untuk menyampaikan berbagai isu. Pertama, mengenai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atau Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua, mengenai isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Ketiga, isu pekerja outsourcing. Keempat, keselamatan pekerja anak buah kapal. Kelima, mengenai isu ketenagakerjaan lainnya termasuk kesetaraan gender.

"Nanti akan kita suarakan tentang perlindungan sosial yang meng-cover seluruh masyarakat, lalu kita juga akan menyampaikan statement kita tentang PHK massal biar pemerintah melihat ini dengan adil demi kemanusiaan," tuturnya.

Terkait keselamatan anak buah kapal, Elly mendorong pemerintah merativikasi konvensi International Labour Organization (ILO) 188 tentanh pekerjaan di bidang perikanan.

Dia mengaku tak akan berfokus menagih janji-janji pemerintah dalam kampanye sebelumnya. Namun, dia ingin memastikan kesejahteraan pekerja bisa jadi perhatian mengingat tingginya tantangan ekonomi global.

"Kita akan katakan keberlangsungan pekerjaan karena di masa kepemimpinan mereka masuk kepemimpinan mereka sekarang memang dihadapkan dengan isu hantaman ekonomi global ada tarif," urainya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6