Dua Desa di Karawang Masih Terendam Banjir, 713 Jiwa Mengungsi

Banjir di Karawang mulai surut, namun dua desa di Kecamatan Telukjambe masih tergenang. Sebanyak 449 rumah dan 1.738 jiwa terdampak banjir, dengan 713 jiwa mengungsi.

Diterbitkan 08 Maret 2025, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai surut. Dari 15 desa di lima kecamatan yang terendam beberapa hari lalu, sebanyak 13 desa sudah bebas banjir pada Jumat, (7/3/2025). Namun, dua desa di Kecamatan Telukjambe masih tergenang.

Berdasarkan data BPBD Karawang, dua desa yang masih dilanda banjir adalah Desa Karangligar di Kecamatan Telukjambe Barat dan Desa Sukamakmur di Kecamatan Telukjambe Timur. Di kedua desa ini, sebanyak 449 rumah masih terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20-200 sentimeter.

Banjir ini telah berdampak pada 556 keluarga yang terdiri atas 1.738 jiwa. Dari jumlah tersebut, 713 jiwa masih mengungsi.

"Saat ini sebagian besar daerah yang terendam banjir sudah surut," kata Kepala BPBD Karawang, Mahpudin seperti dikutip dari Antara.

Banjir di Karawang terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya air sungai Cibeet dan Citarum.

Banjir telah merendam 6.401 rumah, 7.513 keluarga dengan 23.541 jiwa terdampak. Selain pemukiman, banjir juga merendam areal sawah, peternakan warga, sarana pendidikan, sarana agama dan sarana publik lainnya.

BPBD Karawang terus memantau kondisi banjir dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Tim SAR dan relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan membersihkan sisa-sisa banjir.

Pemerintah daerah dan BPBD Karawang berupaya untuk mempercepat proses penanganan banjir dan memulihkan kondisi di wilayah yang terdampak.

 

Remaja yang Hilang Terseret Arus Banjir Karawang Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir di Karawang menelan korban jiwa. Seorang remaja ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Mulyajaya, Kecamatan Telujambe Barat, Karawang.

 Komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Karawang, Frengky Jonathan, Rabu (5/3/2025) mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB.

Korban banjir Karawang bernama Amanillah Bayu Pratama (14) ditemukan meninggal dunia usai terseret banjir sepanjang 1,5 kilometer di Desa Mulyajaya.

Frengky mengatakan, pada awalnya korban dilaporkan terseret banjir bersama kedua orang temannya pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun dua orang temannya selamat, sedangkan korban terseret dan tenggelam, hingga akhirnya ditemukan pada Rabu pagi.

Korban merupakan warga Pangungsen, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang merupakan seorang santri.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke pesantren tempat ia bersekolah untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahterimakan dengan pihak keluarga.

Sementara itu, banjir di Karawang melanda sejumlah desa/kelurahan di tiga kecamatan, dengan ketinggian air bervariasi sampai setinggi 2 meter.

Di antara wilayah yang hingga kini dilanda banjir di Karawang ialah Desa Karangligar, Mekarmulya, Mulyajaya, dan Desa Wanakerta yang berada di Kecamatan Telukjambe Barat.

Kemudian, dua kelurahan di Kecamatan Karawang Barat yang meliputi Kelurahan Tanjungmekar dan Kelurahan Karawangkulon.

Banjir juga melanda Desa Mulangsar, Ciptasari, Tamanmekar, dan Desa Tamansari yang berada di Kecamatan Pangkalan.

Bencana banjir di Karawang terjadi akibat tingginya muka air dua sungai besar, yakni Sungai Citarum dan Cibeet. Bahkan di beberapa titik banjir di Karawang, itu akibat meluapnya sungai Cibeet. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6