Strategi PAN Gaet Tokoh NU di Daerah Dinilai Upaya Perluas Ceruk Pemilih Muslim

Saat ini memang semakin banyak tokoh NU yang bergabung dengan PAN. Nama-nama tersebut di antaranya Gus Nuri dari pondok pesantren Sidogiri Pasuruan dan Gus Ahmad Abdul Qodir dari pondok pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani

Diperbarui 06 Agustus 2023, 07:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan strategi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam merekrut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di daerah-daerah sangat tepat. Menurutnya, bukan tidak mungkin masuknya sejumlah tokoh ini akan diikuti oleh warga NU di tataran akar rumput. 

"Itu bagian strategi PAN untuk memperluas ceruk pemilihnya, karena selama ini PAN identik dengan Muhammadiyah," kata Adi Prayitno. 

Saat ini memang semakin banyak tokoh NU yang bergabung dengan PAN. Nama-nama tersebut yakni Gus Nuri dari pondok pesantren Sidogiri Pasuruan, Gus Ahmad Abdul Qodir dari pondok pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani, dan Gus Afif dari Pondok pesantren Amanatul Ummah Mojokerto.

Berkat semakin meluasnya ceruk pemilih Islam, elektabilitas PAN juga terus meningkat. Hal ini terbukti dari rilis Indikator Politik Indonesia (IPI) terbaru pada bulan Juni dan menunjukkan PAN menjadi salah satu partai berbasis Islam yang kokoh dengan elektabilitas sebesar 3,1 persen. 

Perolehan tersebut hanya di bawah PKB dan PKS. Secara umum elektabilitas PAN terus menunjukkan hasil yang positif. Survei IPI menunjukkan elektabilitas partai besutan Zulkifli Hasan tersebut pada bulan maret berkisar di angka 2 persen.

Sementara pada data terbaru, PAN meraih angka 3,1 persen. Oleh sebab itu, melihat tren elektabilitas PAN yang semakin menanjak, dia meyakini partai besutan Zulhas akan berhasil mengirimkan wakilnya ke DPR.

Dia menyebut, PAN memiliki kemampuan untuk dapat melewati prediksi hasil survei.

"PAN ini kan partai spesialis lolos ke Senayan meski kadang dalam survei masih di bawah ambang batas parlemen,” pungkas Adi.

Peran Besar Zulkifli Hasan

Naiknya elektablitas PAN ini juga mendapat respons dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Menurut Eko, hal itu disebabkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas selalu rutin mengunjungi kader tidak hanya di DPW, DPD tapi juga hingga cabang terkecil.

"Jadi kita memang kerja politik itu pertama. Kedua, Ketua Umum Pak Zulkifli Hasan secara masif mengunjungi kader bukan hanya di DPW, DPD, tapi juga cabang sampai ranting," kata Eko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, (4/8/2023).

Menurut Eko, kader PAN dengan kepekaan yang tinggi dan kerja sama terus bergerak bersama dalam mengkoordinir tokoh bangsa juga menjalin komunikasi yang baik dengan Muhammadiyah. Selain itu, Eko menilai karena tren lagu PAN yang kian booming di antara masyarakat Indonesia membuat PAN semakin populer dan banyak di cintai anak muda yang dominan Pemilu 2024 nanti.

"Ini saling sinergi satu sama lain," ujar Sekretaris Fraksi PAN di DPR itu.

Selanjutnya, ia melihat hal itu dari posisi Zulkifli Hasan alias Zulhas yang juga Menteri Perdagangan RI. Zulhas merupakan perwakilan masyarakat untuk terus berkarya secara konkrit melalui berbagai program kerjanya.

Kemudian, beberapa program PAN justru dinilai berhasil membantu masyarakat. Mulai dari menstabilkan harga kebutuhan pokok hingga berhasil menggagas gerakan murah sembako berskala nasional yang diprakarsai  Mendag Zulhas.  

"Jangan lupa kader membantu masyarakat misal kader kasih sembako dan kita melakukan apa yang tidak dilakukan partai lain," tuturnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6