Korupsi Johnny G. Plate, NasDem Minta Kejagung Transparan soal Aliran Dana

Legislator Partai NasDem Muhammad Farhan merespons soal isu aliran dana BTS yang diduga dikorupsi Menkominfo Johnny G Plate mengalir ke Partai NasDem.

Diperbarui 19 Mei 2023, 21:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Legislator Partai NasDem Muhammad Farhan merespons soal isu aliran dana BTS yang diduga dikorupsi Menkominfo Johnny G. Plate mengalir ke Partai NasDem. Dia meminta, agar Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk membuktikan terlebih dahulu aliran dana BTS.

"Untuk jawab itu mesti jawab dulu satu, dibuktikan dulu bahwa penyelewengan dana Rp8 triliun itu aliran dananya ke mana saja? Itu saja Jaksa Agung kemarin belum bisa menjawab, seberapa banyak aliran dana dari Rp8 triliun disalahgunakan oleh Pak Johnny Plate, enggak bisa dijawab," kata Farhan, saat ditemui di Sekretariat IKA Unpad, Jakarta, Jumat (19/5).

Dia pun minta agar Kejagung transparan dalam mengusut kasus yang menjerat Sekjen Partai NasDem itu.

"Jaksa Agung harus secara transparan mengusut Rp8 triliun itu, kan dibagi dua paket, 2 paket itu duitnya larinya ke mana saja sampai mangkrak? Kan melibatkan pihak swasta, ada dua pihak swasta," ujarnya.

"Tapi sudah ada tuh swasta-swasta yang dapat kontraknya, coba itu diselidiki larinya ke mana aja," sambung dia.

Kendati demikian, dia menegaskan, jika dalam kontrak pembangunan BTS tidak ada sama sekali keterlibatan partai politik.

"Gini dalam dokumen kontrak si BTS itu, enggak ada satupun parpol yang terlibat. Artinya bekerja sama dengan partai politik, tanda tangan gitu, enggak ada," tegas Farhan.

Tiap Kader Bayar Iuran ke Partai

Namun, dia mengaku jika setiap kader diharuskan membayar iuran ke Partai NasDem. Namun, hal itu tidak bisa dikaitkan dengan isu aliran dana BTS.

"Memang kita setiap bulan ada iuran Rp15 juta sebulan. Terus kalau iuran 15 juta itu aliran dana ke partai bukan?" tanya dia.

"Jadi sebelum mengangkat sebuah wacana ini dari Kejaksaan Agung kemarin kan ngomong akan menyelidiki kemungkinan ada aliran dana ke partai. Jangan dulu ke sanalah pak Jaksa Agung. Jaksa Agung Jawab dulu Rp8 triliun itu ke mana saja? Iya dong," imbuh dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6