Sukses

6 Fakta Kasus Jemaah Umrah Ditelantarkan di Arab Saudi, Diduga Jadi Korban Penipuan Agen Travel

Setidaknya sebanyak 500 orang telah diduga menjadi korban penipuan dari agen travel umrah. Mereka menjadi korban penipuan jemaah umrah dari Travel PT Naila Safaah Wisata Mandiri.

Liputan6.com, Jakarta - Setidaknya sebanyak 500 orang telah diduga menjadi korban penipuan dari agen travel umrah. Mereka menjadi korban penipuan jemaah umrah dari Travel PT Naila Safaah Wisata Mandiri.

Hal tersebut diungkap Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Joko Dwi Harsono.

Joko mengatakan, jumlah tersebut diketahui dari adanya 13 laporan yang masuk terhadap PT Naila Safaah Wisata Mandiri selaku agen penyelenggara ibadah umrah terkait.

"Kalau yang sudah kami himpun sementara ini, yang kami catat itu lebih dari 500 orang korban yang sudah tercatat," kata Joko kepada awak media, Selasa 28 Maret 2023.

Kemudian dia mengungkapkan, kerugian akibat penipuan umrah tersebut bisa mencapai Rp91 miliar.

"Kerugian yang sudah kita himpun dari beberapa laporan polisi itu ada Rp91 miliar lebih itu dalam berupa uang," ujar Joko.

Selain melacak kerugian, Joko juga menyebut pihaknya juga menemukan aset milik perusahaan travel tersebut. Dengan sejumlah harta benda berupa rumah, mobil hingga barang-barang elektronik.

"Termasuk juga yang Subdit Harda (ditaksir) Rp339 Juta. Ditambah, dengan aset-aset berupa mobil rumah kemudian barang-barang elektronik lainnya," papar dia.

Joko menjelaskan, modus penipuan yang diduga dilakukan oleh terlapor adalah menelantarkan para jemaah di Saudi usai ibadah umrah dilangsungkan.

Meski begitu, kata Joko, jumlahnya masih bisa bertambah seiring dengan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Berikut sederet fakta terkait sebanyak 500 orang telah diduga menjadi korban penipuan dari agen travel umrah dihimpun Liputan6.com:

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 7 halaman

1. Korban Ratusan Orang, Modus Gelapkan Uang

Sebanyak 500 orang telah diduga menjadi korban penipuan dari agen travel umrah. Menurut Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Joko Dwi Harsono, jumlah tersebut diketahui dari adanya 13 laporan yang masuk terhadap PT Naila Safaah Wisata Mandiri selaku agen penyelenggara ibadah terkait.

"Kalau yang sudah kami himpun sementara ini, yang kami catat itu lebih dari 500 orang korban yang sudah tercatat," kata Joko kepada awak media, Selasa 28 Maret 2023.

Joko menjelaskan, modus penipuan yang diduga dilakukan oleh terlapor adalah menelantarkan para jemaah di Saudi usai ibadah umrah dilangsungkan.

Selain itu, modus lain yang dilakukan adalah dengan tidak memberangkatkan jemaah dan uang yang telah dibayarkan digelapkan.

"Jadi dia menipu. Dana jamaah diterima tapi tidak diberangkatkan dan digelapkan Dananya dipakai beli aset. Kemudian ada juga yang sudah diberangkatkan tapi di sana ditelantarkan," ucap Joko.

Penelusuran kasus ini oleh Polda Metro Jaya bermula dari aduan yang diterima Kementerian Agama dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Arab Saudi.

Kementerian Agama (Kemenag) mengaku telah mendapat laporan soal penelantaran jemaah umrah asal Indonesia yang tidak bisa kembali ke Tanah Air.

Polda Metro Jaya bergerak mencari tahu dan diketahui bahwa para jemaah umrah diberangkatkan oleh agen perjalanan bernama PT Naila Naila Safaah Wisata Mandiri.

 

3 dari 7 halaman

2. Kerugian Ditaksir Capai Rp91 Miliar, Jumlah Korban Masih Bisa Bertambah

Polda Metro Jaya mentaksir kerugian korban jemaah umrah dari Travel PT Naila Safaah Wisata Mandiri bisa mencapai Rp91 miliar. Dengan mengacu pada korban yang mencapai lebih dari 500 orang.

"Kerugian yang sudah kita himpun dari beberapa laporan polisi itu ada Rp91 miliar lebih itu dalam berupa uang," kata Joko.

Selain melacak kerugian, Joko juga menyebut pihaknya juga menemukan aset milik perusahaan travel tersebut. Dengan sejumlah harta benda berupa rumah, mobil hingga barang-barang elektronik.

"Termasuk juga yang Subdit Harda (ditaksir) Rp339 Juta. Ditambah, dengan aset-aset berupa mobil rumah kemudian barang-barang elektronik lainnya," kata dia.

Meski begitu, kata Joko, jumlahnya masih bisa bertambah seiring dengan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian. Dengan melakukan tracing aset dari kasus penipuan Travel PT Naila Safaah Wisata Mandiri.

"iya itu masih bisa berkembang karena memang diduga cabangnya banyak dimana mana dan kami yakin banyak korban yang belum melaporkan," ungkapnya.

Sementara saat ini tercatat ada kurang lebih lebih dari 500 orang jamaah umrah telah menjadi korban penipuan. Ratusan korban berhasil dicatat dari tindak lanjut 13 laporan atas dugaan penipuan agen travel tersebut.

"Kalau yang sudah kami himpun sementara ini, yang kami catat itu lebih dari 500 orang korban yang sudah tercatat," ujar Joko.

 

4 dari 7 halaman

3. Pemilik Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah di Arab Saudi Ternyata Residivis

Tersangka kasus penipuan travel umrah Mahfudz Abdulah alias Abi (52) yang merupakan pemilik Travel PT Naila Safaah Wisata Mandiri ternyata seorang residivis dalam kasus serupa. Sementara Halijah Amin alias Bunda (48), istri Abi, dan Hermansyah merupakan tersangka baru.

"Yang dua orang ini baru kali ini. Yang satu orang residivis," kata Joko.

Joko menyebutkan bahwa Mahfudz adalah seorang residivis yang telah selesai menjalani hukuman dalam kasus serupa. Pada 2016, Mahfudz yang menjabat sebagai pimpinan PT GAM, menawarkan paket umrah seharga Rp13-19 juta.

Saat itu banyak masyarakat yang tertarik hingga mendaftar menjadi calon jemaah umrah dengan menyetorkan uang sesuai kesepakatan. Namun banyak dari mereka gagal berangkat.

Sehingga karena kasus itu, Mahfudz dijebloskan ke penjara. Tetapi setelah bebas, ia kembali menjalani bisnis liciknya dengan membeli perusahaan PT Naila Safaah Wisata Mandiri.

"Jadi gini, dulu ada seorang pelaku yang pernah ditangkap dan telah selesai menjalani hukuman, kemudian dia membeli PT ini (PT Naila Safaah Wisata Mandiri). Dan dia melakukan lagi," kata Joko.

Sedangkan dari perusahaan yang baru, Mahfudz bersama istrinya, Halijah, dan Hermansyah selaku direktur perusahaan, berhasil menipu kurang lebih 500 orang jemaah umrah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp91 miliar.

"Kerugian yang sudah kita himpun dari beberapa laporan polisi itu ada Rp91 miliar lebih. Itu dalam berupa uang. Termasuk juga yang Subdit Harda (ditaksir) Rp339 juta. Ditambah dengan aset-aset berupa mobil rumah kemudian barang-barang elektronik lainnya," ucap Joko.

 

5 dari 7 halaman

4. Polisi Ungkap Alasan Pemilik Travel Umrah Sembunyi di Yogyakarta usai Tipu Ratusan Jemaah

Rupanya, pemilik travel umrah PT Naila Safaah Wisata Mandiri sempat bersembunyi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) usai menipu ratusan jemaah. Polisi mengungkap alasannya pelaku memilih DIY karena biaya hidup lebih terjangkau.

Joko mengatakan, hal itu merujuk pada hasil pemeriksaan. Kedua pelaku menginap di salah satu kamar unit Hotel Adillah Syariah selama berada DIY.

"Jadi alasannya kabur ke Yogya karena katanya biaya hidup di sana murah," kata Joko dalam keterangan tertulis, Rabu (29/3/2023).

Joko menerangkan, Mahfudz Abdulah alias Abi dan istri, Halijah Amin alias Bunda sebenarnya tinggal di salah satu unit apartemen kawasan Tangerang, Banten. Mereka lantas kabur ke DIY lantaran terus dikejar jamaah umrah yang gagal berangkat.

"Mereka sengaja kabur ke Yogya," ujar dia.

 

6 dari 7 halaman

5. Polisi Sebut Pelaku Coba Hilangkan Barang Bukti Kartu ATM ke Toilet

Pelaku kasus penipuan travel umrah PT Naila Safaah Wisata Mandiri yang menelantarkan jemaah umrah mencoba kelabuhi polisi dengan hilangkan barang bukti kejahatan.

Joko menerangkan, salah satu pelaku, yaitu Mahfudz Abdulah alias Abi, membuang barang bukti berupa kartu Anjungan Tunai Mandiri di kamar mandi hotel. Ada tiga unit kartu ATM yang dibuang oleh pelaku.

"Tersangka MA ini sempat buang tiga kartu ATM di tempat sampah kamar mandi hotel tempat mereka tinggal," kata Joko.

Joko menerangkan, tersangka Mahfudz berpura-pura mengeluh sakit perut dan minta izin buang air besar. Di saat itulah, tersangka membuang kartu ATM di tempat sampah kamar mandi.

"Alasan dia ke penyidik katanya mau BAB. Di situ dia buang kartu ATM tersebut," ujar dia.

Joko mengatakan, diduga kartu ATM ada hubungannya dengan kasus penelantaran jemaah umrah yang sedang ditangani kepolisian.

"Keterangan tersangka isi ATM hanya jutaan saja. Namun, kita tetap mendalami. Saat ini tengah dihitung penyidik berapa uang di dalam kartu ATM tersebut," jelas Joko.

 

7 dari 7 halaman

6. Perusahaan Travel yang Telantarkan Jemaah Umrah Punya 316 Cabang, 40 Diantaranya Sudah Berizin

Polda Metro Jaya mengungkap agen travel umrah PT Naila Safaah Wisata yang menelantarkan jemaah umrah di Arab Saudi ternyata memiliki lebih dari 316 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

"Di seluruh Indonesia selama ini, kita akan terus kita dalami dan kembangkan. Bisa lebih (300 cabang). Karena ada beberapa korban yang belum membuat laporan atau datang ke sini," kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ratna Quratul Ainy kepada wartawan, Rabu (29/3/2023).

Menurut Ratna, dari ratusan cabang PT Naila Safaah Wisata, tidak semua memiliki izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

"Informasi terakhir sekitar 316 (kantor Cabang) dan mungkin akan terus bertambah. Yang resmi sekitar 48 (kantor cabang) lebih. Tapi yang belum terdaftar sekitar 316," ujarnya.

Meski begitu, kata Ratna, terkait banyaknya kantor cabang belum berizin itu masih perlu didalami. Karena, PT Naila Safaah Wisata bukan perusahaan yang dibuat oleh tersangka, melainkan akuisisi.

"Iya mungkin dia mengakuisisi PT Nayla sudah ada cabang untuk melakukan aksinya lagi," tuturnya.

Atas kejadian ini, Ratna mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan travel umrah bisa melapor ke Satgas Mafia Umrah. Langkah itu sebagai upaya membantu pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban PT Nayla untuk mungkin bisa mendatangi kantor polisi terdekat membuat laporan, Satgas Mafia Umrah akan terus mendalami dan menginvestigasi kasus ini," kata dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.