Cegah Pencurian Data, Bawaslu Gandeng BSNN Luncurkan Bawaslu-CSIRT

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meluncurkan tim keamanan siber bernama Bawaslu-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) menjelang Pemilu 2024.

Diperbarui 13 Maret 2023, 17:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meluncurkan tim keamanan siber bernama Bawaslu-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) menjelang Pemilu 2024. Anggota Bawaslu Puadi mengatakan, setidaknya ada tiga alasan pihaknya membentuk Bawaslu-CSIRT. Salah satunya untuk mencegah terjadinya pencurian data pribadi yang dimiliki Bawaslu.

"Pertama kaitannya dengan mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan tindakan pencurian data pengawas pemilu yang dikuasai oleh Bawaslu," ujar Puadi dalam jumpa pers, Senin (13/3/2023).

"Kedua untuk melindungi dan menjaga keamanan data sebagai manifestasi tanggung jawab Bawaslu terhadap perlindungan data pribadi, dan ketiga untuk menjaga reputasi kelembagaan dan merawat kepercayaan publik terhadp Bawaslu," kata Puadi menambahkan.

Puadi menyebut peluncuran tim ini dilakukan lantaran Bawaslu kerap mendapat serangan siber. Jadi, pihaknya harus memperkuat keamanan siber dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Harus diakui bahwa penggunaan teknologi informasi mampu mendorong terwujudnya transparansi, kemudian efisiensi dan efektivitas kaitannya dengan pelaksanaan yang diperankan Bawaslu. Namun harus diakui sistem informasi yang ada di lingkungan Bawaslu kerap mendapat serangan siber dan berpotensi mengalami kebocoran data," kata dia.

Dia menyebut, Bawaslu memiliki kewajiban melindungi berbagai data pribadi dalam proses Pemilu. Dia berharap dengan diluncurkannya Bawaslu-CSIRT dan mendapat dukungan BSSN maka data tersebut tetap aman dan terjaga.

Bawaslu-CSIRT Diharap Bisa Jaga Kepercayaan Publik

"Data tersebut wajib dilindungi Bawaslu, dampak dari serangan tersebut tentu menimbulkan gejolak politik dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik pada penyelenggaraan pemilu baik dari sisi porses mau pun hasil," kata dia.

"Semoga dengan peluncuran ini menjadi entry poin, tidak hanya bagi kepentingan Bawaslu namun lebih dari itu, dalam rangka menjaga trust publik terhadap proses maupun hasil pengawasan yang menjadi tugas kewenangan Bawaslu," dia menandaskan

Sementara Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Dominggus Pakel berharap Bawaslu-CSIRT bersama pihaknya mampu berkolaborasi meningkatkan keamanan siber di Indonesia.

"Peluncuran Bawaslu CSIRT pada hari ini diharapkan dapat menjadi embrio positif yang patut kita jaga sebagai bentuk upaya keamanan siber nasional. Sebagai penutup saya sampaikan bahwa tingginya pemanfaatan TKI berbanding lurus dengan resiko dan ancamannya, sehingga organisasi harus selalu mengantisipasi ancaman dan serangan siber," kata Dominggus.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6