Sukses

Michael Sianipar Mundur, Grace Natalie Jabat Plt Ketua PSI DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Michael Sianipar mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta. DPP PSI telah menerima surat pengunduran diri Michael.

"Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) telah menerima surat pengunduran diri Michael Sianipar dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jakarta per hari ini, Senin 5 Desember 2022," kata Sekretaris Jenderal DPP PSI, Dea Tunggaesti dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Posisi Michael akan diisi sementara oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. "Sebagai pengganti, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Sis Grace Natalie, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI DKI Jakarta," kata dia.

Menurut Dea, kepergian anggota termasuk Michael adalah hal wajar dalam dunia politik. PSI punkata dia, sampai saat ini konsisten melawan korupsi, melawan intoleransi, dan menolak mendukung kekuatan politik atau kandidat yang menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan.

"Kami sejak dulu dan hingga hari ini konsisten dengan garis perjuangan itu," ujar dia.

Untuk itu, DPP PSI menyampaikan terima kasih pada Michael atas dedikasinya terhadap PSI selama ini.

"Terkait surat itu, DPP PSI menyatakan menerima pengunduran dirinya sekaligus mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bro Mike selama memimpin PSI Jakarta,” pungkasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

PSI Lolos Verifikasi Faktual Parpol Peserta Pemilu 2024

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memenuhi syarat verifikasi faktual sebagai partai politik peserta pemilu 2024. Verifikasi faktual dilakukan langsung oleh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik di kantor DPP PSI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022).

Verifikasi faktual tersebut seperti jumlah pengurus, keterwakilan perempuan, domisili kantor dan kelengkapan administrasi lainnya.

"Mengenai alamat kantor setelah kami lakukan verifikasi faktual ini sesuai penggunaan kantor tetap sampai dengan tahapan pemilu terakhir sesuai, kelengkapan kantor tetap kami tadi sudah cek, alat alat komputasi maupun alat kelengkapan administrasi juga ada, terus keterangan hasil verifikasi domisili kantor memenuhi syarat," kata Idham di kantor DPP PSI, Jakarta, Sabtu.

Idham mengatakan, hasil verifikasi keterwakilan perempuan PSI 62,5 persen. Hal ini sudah memenuhi syarat undang-undang pemilu pasal 173 ayat 2. Sedangkan, PSI juga sudah memenuhi syarat verifikasi faktual kepengurusan.

"Verifikasi faktual kepengurusan yang memenuhi syarat terdiri dari 3 orang laki-laki di dalamnya ada ketua umum dan 5 perempuan, jadi perempuannya jauh lebih banyak, Mas Giring ini hati-hati dalam rapat," ucap Idham.

"Jadi dengan demikian pada kesempatan kesimpulan akhir pelaksanaan verifikasi faktual kepengurusan keterwakilan perempuan dan domisili kantor partai politik PSI di tingkat pusat kami nyatakan memenuhi syarat," tandas Idham.

3 dari 3 halaman

PSI Pecat Suprapti Penjual Dawet Gadungan di Tragedi Kanjuruhan

Sosok penjual dawet yang kesaksiannya viral dalam tragedi Kanjuruhan terungkap. Penjual dawet gadungan itu merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bernama Suprapti Fauziah.

Suprapti dikabarkan sudah mengundurkan diri dari PSI karena malu telah memfitnah Aremania mabuk saat tragedi Kanjuruhan.

Namun hal itu dibantah Juru Bicara DPP PSI, Dedek Prayudi. Pria yang akrab disapa Uki ini menyatakan bahwa Suprapti tidak mengundurkan diri, melainkan dipecat dari PSI.

"Yang bersangkutan sudah otomatis dicabut keanggotaannya. Apakah kami akan mengambil langkah lebih jauh, kami sedang diskusikan itu secara internal,"kata Uki kepada Liputan6.com, Kamis (13/10/2022).

Uki menyebut PSI sangat kecewa dan terluka dengan sikap Suprapti dalam tragedi sepak bola Indonesia paling mematikan tersebut.

"Sangat menyakitkan ketika ada anggota kami yang justru menentang apa yang jadi sikap kami, perjuangan kami," kata Uki.

PSI, lanjut Uki, sejak awal mendorong penuntasan tragedi Kanjuruhan dan mendesak pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mundur dari jabatannya.

“Sejak awal sikap PSI sudah jelas mendesak pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan ini. Bahkan PSI juga mendesak pihak-pihak yang menduduki jabatan struktural terkait untuk mundur," ujarnya.

"PSI juga telah instruksikan jajaran DPD PSI Kota Malang untuk membantu korban dengan segala sumber daya yang dimiliki. Tidak cuma itu, salah seorang anak korban tragedi bahkan telah diangkat jadi anak asuh oleh Ketum PSI,” ucap Uki memungkasi.

Sebelumnya, sebuah voice note kesaksian perempuan yang mengaku penjual dawet di Stadion Kanjuruhan Malang viral di media sosial. Penjual dawet gadungan yang belakangan diketahui identitasnya ini menyebut bahwa Aremania banyak yang mabuk saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

"Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh. Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol," kata wanita mengaku penjual dawet itu dalam sebuah rekaman suara.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS