Sukses

Para Ketum Parpol Koalisi Indonesia Bersatu Berkumpul, Bahas Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Para ketua umum partai politik dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berkumpul di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam (30/11/2022).

Ketua Umum PPP Mardiono yang pertama tiba di lokasi, disusul Ketum Golkar Airlangga Hartarto selanjutnya Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan menyebut pertemuan malam ini selain makan malam bersama juga untuk membahas piala dunia. "Mau diskusi bola piala dunia, jangan meremehkan yang kecil kecil," kata dia.

Menurut pria yang kerap disapa Zulhas ini, tim kecil tidak boleh diremehkan. "Jepang itu seragammya biru kayak PAN kalahkan Jerman. Arab Saudi seragamnya hijau kalahkan Argentina. Kalau Brazil kan kuning, kalau kuning kan sudah besar lama. Jadi biar kecil asal konsisten dan solid bisa menang kita ya,"  kata dia.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek sebelumnya mengatakan, salah satu pembicaraan dalam pertemuan ini adalah pembahasan calon presiden (capres) yang akan diusung KIB.

"Salah satunya itu (bahas capres). Tapi soal keputusan nanti ada mekanisme resminya. Dinner hanya sebatas obrolan, update perkembangan,” ujar Awiek

Menurut Awiek, pertemuan malam ini akan membicarakan langkah KIB ke depannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

KIB Matangkan Capres 2024, Sebut Tak Usung yang Menggunakan Politik Identitas

Wakil Ketua Umum Golkar Firman Soebagyo mengatakan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih matangkan calon presiden yang akan diusung pihaknya di Pemilu 2024.

Dia menegaskan, Capres 2024 yang diusung KIB tak akan menggunakan politik identitas.

"Kenapa KIB belum menentukan calon karena harus matang dalam menentukan sikap karena alih kepemimpinan ke depan di tahun 2024 calon presiden tidak didasari politik yang identitas dan popularitas saja," kata Firman, Jumat (18/11/2022).

Golkar mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus memilih calon pemimpin yang menguasai ekonomi makro dan mikro dan punya pengalaman. Karena beberapa kriteria tersebut, KIB harus hati-hati menentukan calon presiden.

"Oleh karena itu KIB harus hati-hati untuk menetapkan capres dan cawapresnya harus bisa kerja sama untuk memenuhi kriteria tersebut di atas," kata Firman.

Terkait deklarasi oleh kader PPP yang mendukung Anies Baswedan, Firman menilai setiap struktur di partai boleh dan sah saja mendeklarasikan calon tertentu untuk aspirasi kepada pengurus pusat.

Diketahui, KIB berisikan Golkar, PPP, dan PAN.

"Tapi dalam proses politik partai mempunyai AD/ ART dan aturan organisasi yang harus dipatuhi oleh semua elemen dan jajaran anggota dan pengurus partai di semua tingkatan," kata dia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS