Sukses

Cegah Aksi Vandalisme, Pemkot Tangsel Akan Tambah CCTV di Beberapa Titik Fasilitas Umum

 

Liputan6.com, Tangerang - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, meminta masyarakat melaporkan jika menemukan kasus vandalisme ataupun perusakan fasilitas publik lainnya. Pemkot setempat pun akan memasang kamera pengawas di setiap sudut fasilitas umum.

“Kami akan cari dan tindak tegas para pelaku vandalisme di Tangerang Selatan," kata Benyamin, Minggu (29/5/2022).

Dia juga pun meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga fasilitas publik di Tangsel, salah satunya dengan menjaga keindahan kota dengan tidak melakukan vandalisme. Seperti yang terjadi di halte bus Trans Anggrek di Pamulang Timur.

"Sudah kami bersihkan, tapi saat malamnya terjadi lagi. Fasilitas publik ini milik kita semua, jadi kita jaga sama-sama lah, karena ini tanggung jawab bersama," ujar Benyamin.

Menurutnya, untuk mencegah aksi vandalisme terjadi lagi di lokasi lain, akan dilakukan penambahan CCTV di beberapa titik fasilitas umum. Lalu, secara bertahap akan dipasang CCTV di fasilitas publik lain.

Namun, menurut Benyamin, efektivitas dari CCTV ini harus didukung juga dengan kepedulian masyarakat dan media massa di Kota Tangerang Selatan. Pihaknya berharap ada kolaborasi bersama dalam menjaga fasilitas publik demi mewujudkan Tangsel yang semakin unggul menuju kota lestari.

"Jangan beri ruang dan kebebasan kepada pelaku vandalisme, bersama kita jaga Tangerang Selatan," kata Benyamin.

2 dari 2 halaman

Vandalisme di Rumah Mewah

Pagar kayu rumah mewah berlantai dua di Jalan Pandawa V, Blok CD5, Nomor 3 RT 10/17, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), jadi sasaran aksi vandalisme orang tak dikenal.

Sampai tadi malam, dari luar pagar atau dari jalanan umum terlihat tulisan vandalisme tersebut beruliskan 'Mavia Alkes, Balikin Duit Gue' dan beberapa kata kasar lain yang disemprotkan dengan pilok cat berwarna hitam.

Sementara itu, tak ada satupun aktivitas yang terlihat dari dalam rumah mewah itu. Lampu rumah pun terlihat mati.

Yang tampak hanyalah satu ucapan karangan bunga atas opening rumah yang ditujukan kepada Amelita.

Warga sekitar berinisial EM, 28, menyebutkan jika tulisan tersebut sudah ada sejak beberapa hari yang lalu. "Tulisan itu ada kira-kira tiga hari yang lalu," katanya di lokasi, Selasa (4/1/2022).

Dia mengaku tidak mengetahui pasti kronologi yang terjadi, ketika pertama kali rumah itu dicoret. Bahkan, ia pun tak mengetahui identitas pemilik rumah yang menjadi sasaran vandalisme itu secara pasti.

"Saya enggak tau pasti siapa yang nempatin rumah itu. Enggak pernah liat juga ada orang," katanya.

Sementara itu, pihak RT maupun RW setempat belum bisa dimintai keterangan atas aksi vandalisme yang menimpa salah satu rumah warganya itu.