Sukses

Berkunjung ke Pulau Cangkir, Ma'ruf Amin Borong Ikan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengisi akhir pekannya dengan berolahraga jalan pagi di pulau Cangkir dan berbelanja ikan di Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Kronjo yang terletak di Desa Kronjo, Tangerang, Minggu (23/1/2022).

Seperti dikutip dari Setwapres, Ma'ruf Amin ditemani oleh Ibu Wury Ma'ruf Amin. Mereka pun sempat menyapa masyarakat dan sempat bertemu dua orang sahabat semasa kecil.

Untuk beberapa saat, Wapres dan dua orang laki-laki yang tampak seusia dengannya tersebut saling bersapa menanyakan kabar masing-masing, sebelum kembali melanjutkan jalan kaki ke Pulau Cangkir.

Tak hanya itu, mereka pun menyempatkan diri berziarah ke makam Pangeran Jaga Lautan yang bernama asli Syekh Waliyuddin, seorang ulama besar yang berasal dari Banten.

Usai berolahraga sekaligus berwisata ziarah di Pulau Cangkir, Wapres dan rombongan kemudian beranjak ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kronjo. Di sini Wapres dan Ibu Wury tampak ramah menyapa para nelayan dan pedagang ikan yang sedang aktif beraktivitas.

"Assalamu’alaikum Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya?," sapa Ma'ruf.

"Wa’alaikumsalaam Pak Kiai, alhamdulillaah sehat," jawab para pedagang dan nelayan bersahutan.

Tak hanya menyapa, Wapres dan Ibu Wury pun turut membeli ikan-ikan segar yang ditawarkan para pedagang. Beberapa jenis ikan yang diborong di antaranya Bandeng dan Kakap Merah. Selain itu, Wapres juga membeli hasil laut lainnya seperti cumi-cumi dan kerang.

Selain ikan segar, Wapres dan Ibu Wury juga tampak membeli ikan asin karena memang Kronjo juga dikenal sebagai penghasil ikan asin. Beberapa jenis ikan asin yang dibeli seperti ikan Jambal, Peda Merah, Peda Putih, Teri, dan Cumi Asin.

 

2 dari 2 halaman

Pulau Cangkir

Dilansir dari situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Pulau Cangkir awalnya merupakan daratan terpisah dari Pulau Jawa sebelum masyarakat membuat jalan penghubung untuk memudahkan para peziarah.

Adapun lintasan tanah yang menjadi jalur penghubung utama tersebut dibuat pada 1995 dan merupakan hasil swadaya penduduk setempat dengan pengurus situs ziarah.