Sukses

Nasdem: Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Karena Keahlian, Bukan Politis

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menegaskan, penunjukan Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E tidak ada kaitan dengan partai. Sahroni yang menjabat sebagai bendahara umum bukan dipilih karena kader NasDem.

"Dari sisi kepartaian, Sahroni, betul sebagai bendahara partai Nasdem, dia menjadi ketua organizing commitee, itu bukan atas penunjukan partai NasDem, dan dia bukan ditunjuk karena sebagai kader partai NasDem," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (2/12).

Ali menuturkan, Sahroni dipilih sebagai ketua pelaksana Formula E karena menjabat sebagai sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI). Sahroni dinilai memiliki keahlian di bidang otomotif.

"Tapi, dia adalah sekretaris IMI dan memang yang selama ini orang yang cukup paham karena dia betul betul bergelut di bidang persoalan mobil, itu dilihat dari dia sebagai sekretaris IMI kan," ujarnya.

Menurut Ali terlalu lancang jika Sahroni didesak untuk mundur. Acara Formula E merupakan perhelatan kelas dunia, bukan hanya agenda khusus DKI Jakarta. Acara ini akan menjadi wajah Indonesia.

"Maka tentunya ini adalah bukan kegiatan DKI jakarta, mestinya kan. Ini adalah bagaimana hasil Formula E nanti akan menceritakan bagaimana wajah Indonesia secara keseluruhan," ujar Ali.

"Janganlah kegiatan olahraga ini dibawa ke ranah politik, jadi bahwa hari ini sedang terjadi kegaduhan tentang beberapa, pernyataan KPK, penyelidikan Formula E, saya pikir itu hal yang berbeda," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Tudingan Politis di Gelaran Formula E

Sebelumnya Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menuding penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E kental dengan unsur politis. Dia menilai hal tersebut ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk Ahmad Sahroni sebagai ketua pelaksana yang rencananya digelar pada 4 Juni 2022.

"Penunjukan bendahara Nasdem sebagai event organizer Formula E lebih kental unsur politik daripada profesional," kata Gilbert di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dia juga menyatakan setelah penunjukan tersebut tidak ada pernyataan teknis profesional oleh Sahroni ataupun Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Politikus PDIP tersebut juga menyoroti tidak adanya penjelasan teknis dari Pemprov DKI ataupun pihak Formula E mengenai penyelenggaraan tersebut. Selain itu, dia juga menyebut pencatutan nama Presiden Jokowi, menguatkan nuansa politik dalam Formula E.

"Pendekatan politis yang akhirnya mengecilkan profesionalisme akan dinilai oleh masyarakat seluruh Indonesia, seperti janji kampanye yang diminta aksi nyatanya, bukan sekadar narasi atau retorika," jelas dia.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi 

Sumber: Merdeka.com