Sukses

Top 3 News: Pengemudi Mercy Lawan Arus di Tol JORR Alami Demensia

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol JORR, pada Sabtu,  27 November 2021. Insiden diduga pengemudi Mercy yang belakangan diketahui berinisil MDS (66) mengalami demensia atau penurunan daya ingat. Hal ini diungkap keluarga MDS saat dimintai keterangan oleh petugas. 

Sebelum kecelakaan nahas terjadi, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut tengah memacu Mercy-nya di ruas Tol JORR KM 53.600 B arah Rorotan menuju Cikunir. 

Tabrakan tak dapat dihindari, lantaran MDS melaju dengan melawan arus, sehingga dua kendaraan di depannya tak lagi bisa menghindar. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Senin, 29 November kemarin.

Berita lainnya terkait bentrokan antara Kopassus dan Brimob di Mimika, Papua. Pemicu bentrokan disebut-sebut gegara harga rokok.

Menilai harga rokok yang dijual enam Satgas Amole Kompi 3 terlalu tinggi, adu argumen pun terjadi hingga berujung pengeroyokan yang dilakukan personel Nanggala Kopassus.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono angkat suara terkait bentrokan yang terjadi. Menurutnya bentrokan tersebut hanya kesalahpahaman kecil dan kini telah diselesaikan secara dama.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Senin, 29 November 2021: 

2 dari 4 halaman

1. Alami Demensia, Pengemudi Mercy Lawan Arah Selalu Ingin Kerja, Padahal Sudah Pensiun

Fakta lain terungkap dari pengemudi mobil Mercy, berinisiap MDS, 66 tahun, yang menjadi penyebab kecelakaan di Tol JORR. MDS (66) diduga mengalami demensia atau penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono menerangkan, penyidik sempat meminta keterangan kepada pihak keluarga mengenai kondisi kesehatan MDS. 

Berdasar keterangan keluarga, MDS terobsesi pada pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal, telah lama pensiun. MDS dari pihak keluarga disebut mengalami demensia atau penyakit penurunan daya ingat dan cara berpikir.

"Jadi MDS dia selalu mau kerja. Kan dia pensiunan PNS," kata Argo saat dihubungi awak media, Senin (29/11/2021).

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Kopassus dan Brimob Bentrok di Mimika Papua, Diduga karena Masalah Rokok

Terjadi bentrokan antara personel Satgas Nanggala Kopassus dengan Brimob Polri dari Satgas Amole di Kabupaten Mimika, Papua. Hal tersebut diduga akibat perselisihan soal harga rokok.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan, peristiwa itu terjadi di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, tepatnya depan Mess Hall, Timika, Papua, pada Sabtu, 27 November 2021.

"Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok. Selanjutnya tiba Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan," tutur Kamal saat dikonfirmasi, Senin (29/11/2021).

Menurut Kamal, perselisihan tersebut menyebabkan aksi pengeroyokan yang dilakukan Satgas Nanggala Kopassus terhadap Brimob Polri dari Satgas Amole.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Polri soal Dugaan Brimob Jual Rokok yang Picu Bentrok: Tak Ada Pelanggaran

Bentrok yang terjadi antara Satgas Nanggala Kopassus dengan Brimob Polri dari Satgas Amole di Papua diduga dipicu oleh masalah harga rokok.

Terkait anggota yang berjualan rokok, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan bahwa hal tersebut tidak melanggar aturan.

"Itu masalah seperti itu sudah diselesaikan, itu tidak ada yang melanggar itu semua, tidak ada yang dilanggar, ini hanya masalah komunikasi saja, masalah kecil yang telah selesai itu semua, masalah seperti itu," tutur Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021).

Sementara di kesempatan berbeda, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan penegakan hukum terhadap anggota yang terlibat dalam bentrokan antara Satgas Nanggala Kopassus bentrok dengan Brimob Polri Satgas Amole di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, tepatnya depan Mess Hall, Timika, Papua.

Menurut Andika, proses hukum juga sedang dilakukan di institusi Polri atas anggotanya yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

 

Selengkapnya...