Liputan6.com, Jakarta - Risiko demensia tidak muncul secara tiba-tiba. Penyakit ini berkembang perlahan dan sering kali dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele. Mulai dari kualitas tidur, pola makan, hingga aktivitas fisik, semuanya berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, termasuk gangguan memori yang berkaitan dengan demensia.
Wakil Presiden Senior Hubungan Medis dan Ilmiah di Alzheimer’s Association, Heather Snyder, menegaskan bahwa pencegahan tidak selalu rumit.
Advertisement
"Sekitar 41 persen kasus demensia dapat dicegah atau ditunda dengan memperbaiki faktor gaya hidup yang masih bisa diubah," ujarnya seperti dikutip dari HuffPost pada Minggu, 5 April 2026.
Demensia Disebabkan oleh Apa Saja?
Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah kurang tidur. Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak.
Saat tidur, otak bekerja membersihkan sisa-sisa zat yang terbentuk setelah sel saraf aktif sepanjang hari. Jika waktu tidur terus berkurang, proses ini tidak berjalan optimal sehingga zat tersebut bisa menumpuk dan memengaruhi fungsi memori.
Oleh sebab itu, kata Snyder, orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam agar proses pemulihan sel saraf berlangsung maksimal.
Selain tidur, aktivitas fisik juga tak kalah penting. Kurangnya gerak membuat aliran darah ke otak menjadi tidak optimal, padahal otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang stabil.
Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa diselingi aktivitas ringan juga dapat mempercepat penurunan fokus dan daya ingat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga, menjaga pola makan, melatih kemampuan berpikir, dan memantau kesehatan memiliki fungsi kognitif setara dengan individu yang hampir dua tahun lebih muda.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau sekadar berdiri dan melakukan peregangan setiap satu jam sudah bisa memberi manfaat besar.
Di sisi lain, merokok menjadi salah satu kebiasaan yang paling jelas berkaitan dengan peningkatan risiko demensia. Zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang mengalirkan darah ke otak.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan otak dalam menyimpan memori dan memproses informasi.
"Menghindari rokok adalah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk kesehatan otak," kata Snyder.
Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko stroke dan hipertensi yang turut mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Â
Hubungan Konsumsi Alkohol dengan Demensia
Konsumsi alkohol berlebihan juga perlu diwaspadai. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi struktur otak, bahkan menyebabkan penyusutan pada area yang berperan dalam memori dan pengambilan keputusan.
Dampaknya, seseorang bisa menjadi lebih sulit fokus, mudah lupa, dan mengalami penurunan kecepatan berpikir. Mengurangi konsumsi alkohol menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan otak.
Pola makan sehari-hari juga tidak boleh diabaikan. Konsumsi makanan tinggi gula, lemak tidak sehat, dan produk ultra-proses dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh.
Jika dibiarkan, peradangan ini dapat memengaruhi pembuluh darah dan sel saraf yang berperan dalam fungsi memori.
Untuk itu, penting menerapkan pola makan sehat yang kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Sebaliknya, konsumsi camilan kemasan, minuman tinggi gula, gorengan, dan makanan cepat saji sebaiknya mulai dibatasi.
Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah gangguan pendengaran. Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai bagian normal dari penuaan, padahal dampaknya bisa lebih luas.
Ketika kemampuan mendengar menurun, otak harus bekerja lebih keras untuk memproses suara. Akibatnya, kapasitas otak untuk fokus, memahami informasi, dan menyimpan memori bisa berkurang.
Snyder menyarankan agar gangguan pendengaran tidak diabaikan. Jika mulai terasa, sebaiknya segera periksa ke dokter dan pertimbangkan penggunaan alat bantu dengar bila diperlukan. Selain membantu komunikasi, langkah ini juga menjaga stimulasi otak tetap aktif melalui interaksi sosial.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan otak tidak selalu membutuhkan langkah besar. Justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari, risiko demensia dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504350/original/039546300_1771233187-elderly-patients-bed-asian-senior-woman-patients-headache-hands-forehead-medical-healthcare-concept.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3922242/original/ACg8ocKGV_HnaYyqJHWKrB0RLbYH929ZFHOz6jzdWNt5X8hbJgJAt48%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5395237/original/011005100_1761672695-gejala_demensia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6390701/original/043265000_1779266054-eka__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6092798/original/026024200_1778979365-Plt_Kapuskeshaj_RI_dr._Dani_Pramudya_ditemui_di_Makkah__14_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji_2026_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6099748/original/020107100_1778985774-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_1.37.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6090438/original/068056400_1778977203-Dokter_spesialis_kesehatan_jiwa_yang_bertugas_di_Klinik_Kesehatan_Haji_Indonesia__KKHI__Daerah_Kerja__Daker__Makkah__dr._Rismayanti__Sp.KJ_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4084774/original/026806500_1657516924-vitamins-gddbdc46a7_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547271/original/049158700_1775453080-Screenshot_2026-04-06_122203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547215/original/080260800_1775450439-TB_benny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247809/original/037558600_1749545540-medium-shot-anxious-woman-laying-bed-with-smartphone.jpg)