Liputan6.Com, Jakarta: Usai memperingati 40 hari wafatnya pemimpin Front Hizbullah Cecep Bustomi, yang ditemukan tewas akibat penembakan gelap Agustus silam, di Serang, Jawa Barat, kelompok Islam itu, Ahad (10/9) siang, melakukan konvoi ke jalan-jalan protokol Ibu Kota. Bahkan, Konvoi tersebut sempat berhenti tepat di belakang Istana Negara, Jakarta Pusat.
Konvoi dimulai dari markas Hizbullah di kawasan Jakpus. Setelah itu, massa mulai menyusuri jalan dengan tujuan pertama Istana Negera. Tepat di belakang Istana, massa berhenti dan memulai aksinya. Mereka menyampaikan pernyataan yang berisi tentang misi perjuangan Front Hizbullah.
Menurut mereka, Cecep Bustomi adalah rekan lama Presiden Abdurrahman Wahid. Karena itu, mereka meminta kerabat istana juga ikut mengenang kematian Cecep Bustomi. Setelah menyampaikan misi perjuangannya, rombongan konvoi kembali melanjutkan aksinya. Mereka melintasi Jalan Medan Merdeka Utara, untuk selanjutnya menuju Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, di Jakarta Selatan. Sesampai mereka di Mabes Polri, massa langsung menggelar aksinya. Mereka meminta Kepala Polri Jenderal Rusdiharjo untuk menjelaskan, pelaku di balik tewasnya Cecep Bustomi.
Menurut juru bicara Front Hizbullah Kiai Haji Tubagus Abdurrahman, sejak wafatnya Kiai Cecep hingga kini belum ada keterangan yang pasti mengenai penyebab kematian pemimpin mereka. Mereka menuntut agar Polri segera menangkap pelakunya. Sayangnya, saat itu Kapolri tidak berada di tempat. Pernyataan massa Front Hizbullah akhirnya hanya diterima oleh Senior Superintendent Edward Aritonang, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat.(ULF/Nina Waskito/Machmud/Kurnia Supriatna dan Andi Azril)
Konvoi dimulai dari markas Hizbullah di kawasan Jakpus. Setelah itu, massa mulai menyusuri jalan dengan tujuan pertama Istana Negera. Tepat di belakang Istana, massa berhenti dan memulai aksinya. Mereka menyampaikan pernyataan yang berisi tentang misi perjuangan Front Hizbullah.
Menurut mereka, Cecep Bustomi adalah rekan lama Presiden Abdurrahman Wahid. Karena itu, mereka meminta kerabat istana juga ikut mengenang kematian Cecep Bustomi. Setelah menyampaikan misi perjuangannya, rombongan konvoi kembali melanjutkan aksinya. Mereka melintasi Jalan Medan Merdeka Utara, untuk selanjutnya menuju Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, di Jakarta Selatan. Sesampai mereka di Mabes Polri, massa langsung menggelar aksinya. Mereka meminta Kepala Polri Jenderal Rusdiharjo untuk menjelaskan, pelaku di balik tewasnya Cecep Bustomi.
Menurut juru bicara Front Hizbullah Kiai Haji Tubagus Abdurrahman, sejak wafatnya Kiai Cecep hingga kini belum ada keterangan yang pasti mengenai penyebab kematian pemimpin mereka. Mereka menuntut agar Polri segera menangkap pelakunya. Sayangnya, saat itu Kapolri tidak berada di tempat. Pernyataan massa Front Hizbullah akhirnya hanya diterima oleh Senior Superintendent Edward Aritonang, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat.(ULF/Nina Waskito/Machmud/Kurnia Supriatna dan Andi Azril)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)