Sukses

Cara Ma'ruf Amin Pulihkan Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung pulihnya ekonomi akibat pandemi, lewat sektor pariwisata. Namun, Ma'ruf mengingatkan, dengan dibukanya kembali sektor pariwisata harus tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Kita perlu mendukung upaya pemulihan sektor pariwisata dengan mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat," tutur Ma'ruf Amin pada acara Pelantikan DPP Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) dan Peluncuran gerakan “Sehat dan Sejahtera dengan Berwisata” secara daring di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Ma'ruf menyampaikan, tren pariwisata pasca pandemi tertuju pada destinasi wisata alam terbuka, dengan tetap memerhatikan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian (4K).

Menurutnya, pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE) yang menjadi standar penyiapan destinasi wisata.

"Semua sejalan dengan langkah pembukaan secara bertahap destinasi wisata di masa pandemi ini," urai Ma'ruf.

2 dari 2 halaman

Literasi Konsep Wisata Halal Ditingkatkan

Terkait pengembangan wisata halal, Ma'ruf menekankan, diperlukan upaya peningkatan literasi kepada masyarakat tentang konsep wisata halal.

Sebab, lanjut Ma'ruf, sektor wisata halal memiliki potensi yang besar tidak hanya untuk membangkitkan pariwisata Indonesia, tetapi juga untuk pengembangan ekonomi syariah.

"Wisata halal berpotensi meningkatkan minat dan kunjungan wisatawan muslim dunia ke Indonesia. Dengan kekayaan jumlah dan variasi destinasi unggulan yang kita miliki. Saya optimis Indonesia berpotensi menjadi pemimpin dalam global halal tourism," ujarnya. 

Diketahui, Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penurunan tajam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2020 yang mencapai 4,02 juta kunjungan atau turun lebih dari 75 persen dari tahun 2019.