Sukses

DPR: Butuh Dukungan Pemerintah Daerah untuk Kejar Target 2,3 Juta Vaksin Perhari

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan target hingga 2,3 juta jiwa mendapatkan vaksin per hari pada September. Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Darul Siska mengatakan, untuk bisa mencapai target itu, dukungan pemerintah daerah (pemda) amat vital.

"Dukungan pemda sangat penting dan menentukan dalam mencapai target vaksinasi,” kata anggota Komisi IX DPR Darul Siska kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Darul mengatakan, empat hal yang bisa dilakukan untuk mencapai target vaksinasi. Pertama, menyediakan vaksin. Kedua, mendistribusikan vaksin. Ketiga, menyediakan tenaga kesehatan sebagai vaksinator. Keempat, mengajak atau mengedukasi masyarakat agar mau divaksin.

Menurut dia, pengadaan vaksin menjadi ranah pemerintah pusat. Sedangkan mendistribusikan vaksin, menyediakan tenaga kesehatan sebagai vaksinator, dan mengajak atau mengedukasi masyarakat agar mau divaksin menjadi tugas dan tanggung jawab pemda.

"Pemerintah daerah yang paling bertanggungjawab untuk membujuk dan mengajak masyarakatnya agar mau divaksin. Pemerintah daerah bertanggungjawab melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19,” ujar Darul.

Darul menyebut, semakin banyak masyarakat yang menerima vaksin, upaya pengendalian Covid-19 akan semakin mudah. 

“Semakin cepat kita terbebas dari pandemi," ucap dia. 

Pemerintah terus berupaya mendapatkan dosis vaksin Covid-19 melalui berbagai cara. Kamis, 16 September, Indonesia menerima kedatangan pengiriman tahap ke-63 sebanyak 1,6 juta dosis vaksin Pfizer.

Dari total target mendapatkan sekitar 400 juta dosis vaksin Covid-19, Indonesia sudah menerima 245 juta dosis.

2 dari 2 halaman

Penanganan Pandemi dari Hulu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan upaya  meningkatkan cakupan vaksinasi merupakan cara pemerintah menangani pandemi di hulu, selain peningkatan disiplin protokol kesehatan, peningkatan testing, tracing, dan treatment atau 3M, serta pengendalian mobilitas masyarakat.

Airlangga mengatakan, penanganan Covid-19 yang efektif diharapkan berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Tahun ini, pemerintah menargetkan ekonomi nasional tumbuh 4,5%. Semua target bisa dicapai bila ada dukungan dari semua kalangan dalam pengendalian Covid-19," kata dia.