Sukses

Anies Baswedan: Tujuan PPKM Bukan untuk Kosongkan Jalan-Jalan Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi massal di Stadion GBK, Jakarta pada Minggu (4/7/2021). Anies menyebut hari ini telah ada 12.500 orang telah tervaksin.

"Rencananya lebih dari 20 ribu yang akan dapat vaksin. Dan ini penegasan pada masyarakat silakan gunakan aplikasi JAKI untuk daftar vaksinasi, sehingga Anda tidak perlu daftar antre," kata Anies, Minggu (4/7/2021).

Anies Baswedan juga menyinggung soal PPKM darurat yang saat ini tengah diterapkan. Dia menyebut pembatasan kegiatan bukan untuk mengekang masyarakat Jakarta, apalagi menjadikan jalanan tidak macet, melainkan untuk keselamatan masyarakat.

"Tujuan pembatasan bukan untuk mengosongkan jalan di Jakarta, bukan untuk buat lengang jalan-jalan, tujuannya membuat warga selamat. Tidak tertular tidak terpapar, apalagi yang punya penyakit bawaan yang bisa risiko," beber Anies Baswedan.

 

2 dari 3 halaman

Ingatkan Angka Kematian karena Covid-19

Mantan Mendikbud itu mengingatkan angka kematian di Jakarta mengalami lonjakan signifikan dalam seminggu terakhir.

Ia mengibaratkan bahwa semua pihak berlomba dengan kecepatan penyebaran Covid-19.

"Kita berlomba, Jakarta saat ini sudah dalam sitauasi penambahan penularan yang luar biasa, kita beromba melawan covidnya," pungkas Anies Baswedan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29 pernah menjadi rektor termuda se-Indonesia
    Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29 pernah menjadi rektor termuda se-Indonesia
    Anies Baswedan
  • PPKM Darurat adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang hanya diterapkan di wilayah Jawa-Bali.
    PPKM Darurat
  • Jakarta adalah Ibu Kota Republik Indonesia.
    Jakarta adalah Ibu Kota Republik Indonesia.
    Jakarta
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19