Sukses

Kerap Dilanda Kemacetan, Pemkot Depok Koordinasi BPTJ Cari Solusi

Liputan6.com, Depok - Masyarakat Kota Depok, kerap mengeluhkan kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Sawangan, khususnya di akses masuk pintu tol Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas. Mendengarkan keluhan warga, Pemerintah Kota Depok melakukan koordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ).

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, telah melakukan kunjungan ke BPTJ guna membahas penanganan permasalahan kemacetan di Kota Depok, khususnya di sejumlah pintu keluar tol. Menurutnya, beberapa ruas pintu keluar tol kerap dilanda kemacetan.

“Kami menyampaikan keluhan masyarakat terkait akses keluar masuk di pintu tol di Depok,” ujar Imam, Rabu (7/4/2021).

Imam mengungkapkan, beberapa titik akses keluar masuk pintu tol, seperti pintu Sawangan, pintu tol ruas Margonda, pintu tol ruas Kukusan, dan pintu tol ruas Cinere atau Gandul. Pemerintah Kota Depok telah membicarakan permasalahan tersebut kepada BPTJ untuk mencari solusi mengurangi kemacetan.

“Kami diskusikan termasuk di dalamnya lahan yang mungkin pembebasan akibat jalan tol tapi belum dimanfaatkan,” terang Imam. Imam menjelaskan, apabila BPTJ memiliki lahan yang telah dibebaskan namun belum digunakan, Pemerintah Kota Depok dapat melakukan pinjam pakai lahan. Namun, dirinya berharap lagan tersebut dapat diserahkan untuk menjadi aset Pemerintah Kota Depok untuk kepentingan sarana publik.

“Tentu untuk kebutuhan publik misalkan untuk sekolah, taman kelurahan, atau apapun yang berhubungan dengan kepentingan publik di Depok,” terang Imam.

Imam menuturkan, pengaduan yang dilakukan Pemerintah Kota Depok kepada BPTJ dilanjutkan kembali ke DPRD Kota Depok. Hal tersebut disampaikan Imam pada rapat Paripurna bersama anggota DPRD Kota Depok. Dirinya berharap, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Depok mendapatkan dukungan dari anggota Dewan untuk melakukan pengajuan yang sama ke BPTJ.

“Kami berharap DPRD Kota Depok dapat memberikan dukungan terhadap Pemerintah Kota Depok baik kepada BPTJ, Kementerian PUPR maupun pengembang jalan tol,” ucap Imam.

 

2 dari 3 halaman

Keluhan Sopir Angkot

Sementara itu, salah seorang pengemudi angkutan D03 trayek Parung-Depok, Sulaiman mengatakan, kepadatan lalu lintas di pintu keluar masuk tol Sawangan terjadi pada saat jam berangkat maupun pulang kerja. Menurutnya, Jalan Raya Sawangan sudah tidak dapat menampung beban volume kendaraan yang melintas.

“Kalau sudah macet, kendaraan hampir tidak bergerak dan ini jelas merugikan angkutan umum,” kata Sulaiman.

Sulaiman menuturkan, apabila pada saat weekday maupun weekend, dirinya lebih memilih untuk tidak menarik penumpang. Hal itu dikarenakan Jalan Raya Sawangan akan terjadi kemacetan panjang. Bahkan jarak tempuh dari Parung menuju Terminal Depok dapat memakan waktu dua jam.

“Kami rugi di bensin, sudah macet penumpang juga jarang. Wacana pelebaran jalan hanya angin surga buat kami,” kesal Sulaiman.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: