Sukses

6 Fakta Terkait Dugaan Polisi Jual Senjata Api ke KKB Papua

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap dua anggotanya terkait dugaan penjualan senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Penangkapan kedua aparat tersebut dilakukan di Maluku. Keduanya bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat, penyidik masih memeriksa sejumlha orang atas kasus penjualan senjata api ke KKB Papua tersebut.

"Ada beberapa orang yang diamankan dan sementara dilakukan pemeriksaan," tutur Roem saat dikonfirmasi, Senin, 22 Februari 2021.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mengaku pihaknya mengirimkan tim khusus untuk membantu penyelidikan.

"Propam Polri mengirimkan tim khusus untuk mendampingi Propam Polda Maluku melakukan penyelidikan kasus ini," kata Ferdy dalam keterangannya.

Berikut fakta-fakta terkait dugaan penjualan senjata api ke KKB Papua yang dilakukan aparat kepolisian dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 9 halaman

Hasil Pengakuan Warga

Berdasarkan informasi, penangkapan dua anggota polisi yang diduga menjual senjata api pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua berangkat dari seorang warga Bentuni.

Warga tersebut diamankan petugas lantaran membawa senjata api berikut amunisinya pada Rabu 10 Februari 2021 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, warga tersebut mengaku mendapatkan senjata dan amunisi itu dari polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon.

Kapolda Maluku Irjen Refdi Andri kemudian menginstruksikan Kapolresta Pulau Ambon untuk berkoordinasi dengan Polres Bentuni dan Polda Papua Barat.

 

3 dari 9 halaman

Masih Diperiksa

Polri menangkap dua anggotanya di Maluku terkait dugaan penjualan senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Keduanya bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat menyampaikan, penyidik masih melakukan pemeriksaan atas kasus penjualan senjata api ke KKB Papua tersebut.

"Ada beberapa orang yang diamankan dan sementara dilakukan pemeriksaan," tutur Roem saat dikonfirmasi, Senin, 22 Februari 2021.

 

4 dari 9 halaman

Diserahkan pada Penyidik

Roem mengaku tidak mengetahui lebih jauh ada tidaknya keterlibatan anggota dalam kasus penjualan senjata api itu. Keseluruhan penanganan kasus masih diserahkan ke penyidik.

"Apakah ada anggota Polda Maluku atau tidak yang tahu penyidik dan dalam waktu dekat akan diekspos," jelas Roem soal penjualan senpi ke KKB Papua itu.

 

5 dari 9 halaman

Polri Kirim Tim Khusus

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menyampaikan, pihaknya mengirimkan tim khusus untuk membantu penyelidikan kasus dugaan dua anggota polisi terlibat jual beli senjata api ke KKB Papua.

"Propam Polri mengirimkan tim khusus untuk mendampingi Propam Polda Maluku melakukan penyelidikan kasus ini," kata Ferdy dalam keterangannya.

 

6 dari 9 halaman

Jika Terbukti, Hukuman Pidana Menanti

Ferdy menegaskan, jika kedua anggota itu benar terlibat baik jual beli senjata maupun amunisi kepada KKB Papua, maka akan segera diajukan kasusnya ke pengadilan.

"Sidang Komisi Etik Propam Polri akan segera dilakukan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht," ucap dia.

 

7 dari 9 halaman

Minta Masyarakat Bantu Awasi Polisi

Ferdy meminta masyarakat untuk dapat melaporkan jika mengetahui, mendengar, atau melihat peristiwa pidana yang melibatkan anggota Polri.

"Polri mengajak masyarakat untuk memantau dan mencermati kasus-kasus yang melibatkan anggota Polri di seluruh wilayah hukum RI," Ferdy menandaskan.

8 dari 9 halaman

Baku Tembak TNI Vs KKB Papua

9 dari 9 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: