Sukses

Relawan Jokowi: Jangan Jerumuskan Presiden dalam Penanganan Demonstrasi Omnibus Law

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok organ relawan Jokowi, Jokowi Mania (Joman) meminta Presiden Jokowi untuk berhati hati terhadap pejabat di sekelilingnya. Jokowi diharapkan harus mendengarkan suara aspirasi masyarakat di akar rumput terkait aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa yang menentang RUU Cipta Kerja.

Ketua Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer mengatakan Presiden Jokowi harusnya mendapat informasi yang seimbang.

"Harus obyektif. Kita melihat ada pejabat yang coba menjauhkan presiden dari rakyat. Bahkan malah menjerumuskan presiden ke situasi politik yang sulit," kata Noel sapaan akrabnya dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

Aktivis 98 ini meyakini, UU Omnibus Law Cipta Kerja ini baik untuk semua rakyat. Tapi memang ada beberapa pasal yang perlu dikritisi sehingga UU ini bisa mengakomodir semua kelompok.

"Kalau UU ini bisa mengakomodir untuk semua. Pastinya baik untuk investasi," tegasnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Tangkap Dalang Demonstrasi

Noel menambahkan, dirinya juga mengkritisi penangkapan para aktivis. Harusnya, polri menangkap dalang dan aktor demonstrasi itu sendiri.

"Ungkap dong sumber dananya. Dari mana itu berasal. Dan siapa aktor intelektualnya. Kalau itu terjadi, baru jempol," ucapnya.

Karena itu, Noel meminta Presiden bisa bertemu dan berdiskusi dengan kalangan aktivis mahasiswa, buruh dan aktivis pro demokrasi. Apalagi dalam sebuah kesempatan, Jokowi meminta agar para aktivis 98 mau mengkritisinya agar kebijakannya bisa benar benar pro rakyat Indonesia.

"Dan presiden harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan keamanan ibu kota terkait demontrasi-demonstrasi yang terjadi beberapa hari ini," kata Noel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: