Kasus Kematian Pasein Corona di Jakarta Turun 52,4 Persen, Papua Naik 187 Persen

Selain DKI Jakarta, provinsi lain yang mengalami penurunan kasus kematian yakni, Jawa Tengah (turun 57,4 persen), Sulawesi Selatan (turun 46,2 persen), dan Bali (turun 2,6 persen)

Diterbitkan 07 Oktober 2020, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyampaikan perkembangan kasus kematian pasien corona di 10 provinsi prioritas. Menurut dia, kasus kematian di DKI Jakarta sudah mulai menurun di angka 52,4 persen dalam seminggu terakhir.

"Berarti intervensi yang coba dilakukan dengan memperkuat, mulai dengan Wisma Atlet, hotel-hotel mulai dipetakan untuk isolasi, ini mulai berjalan. Efeknya untuk mengurangi kasus dan fatalitas yang ada di rumah-rumah sakit," jelas Dewi saat konferensi pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (7/10/2020).

Selain DKI Jakarta, provinsi lain yang mengalami penurunan kasus kematian yakni, Jawa Tengah (turun 57,4 persen), Sulawesi Selatan (turun 46,2 persen), dan Bali (turun 2,6 persen). Sementara Sumatera Utara, jumlah kasusnya masih sama dengan pekan sebelumnya.

"Sumatera Utara tidak ada perubahan dalam waktu satu minggu, jumlah kematian tidak bertambah atau berkurang," ucap Dewi.

Di sisi lain, masih ada lima provinsi prioritas lainnya yang mengalami kenaikan kasus kematian corona cukup signifikan. Kelima daerah itu antara lain, Jawa Barat (naik 29 persen), Jawa Timur (naik 5,9 persen), Kalimantan Selatan (naik 25 persen), Papua (187,5 persen), dan Aceh (naik 85 persen).

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Kematian Pasien Covid di Papua Tinggi

Dewi mengakui bahwa kasus kematian di Papua meningkat pada pekan-pekan terakhir, namun secara keselurahan angkanya tidak terlalu tinggi.

Untuk itu, dia memita pemerintah daerah setempat untuk menekan tingginya kasus kematian pasien Covid-19.

"Jadi ini juga harus waspada, dari pemerintah daerah juga harus bisa menghandle apa yang terjadi di pekan terakhir ini sudah mulai terlihat jumlah angka kematian yang tinggi," tutur dia.

"Apakah jumlah orang yang sakit semakin banyak sehingga tenaga kesehatan dan SDM rumah sakit juga harus dikerahkan untuk memastikan semua tertangani," sambung Dewi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6