Sukses

Ular Sanca 2,5 Meter Jadi Ajang Selfie Warga di Bekasi

Liputan6.com, Bekasi - Pascabanjir yang terjadi di sejumlah permukiman warga dan lingkungan sekitar di awal tahun 2020, banyak binatang-binatang liar yang bermunculan akibat habitatnya ikut terendam air, salah satunya ular.

Seperti ular piton jenis sanca kembang yang berhasil ditangkap Syaiful Bahri, warga RT 05 RW 04 Kampung Rawa Panjang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ular yang memiliki panjang sekitar dua setengah meter itu ditangkap saat berkeliaran di sekitar rumah-rumah warga.

"Itu pas lagi beres-beres barang yang kena banjir. Nah itu ular lewat di permukiman warga. Saya kaget pas tau ular sanca. Langsung saya panggil tetangga buat nangkap," kata Dasuki, warga setempat kepada Liputan6.com, Minggu (12/1/2020).

Kabar penangkapan ular sanca di perkampungan itu, sontak menggegerkan warga setempat. Banyak yang datang untuk melihat atau bahkan berswafoto dengan binatang melata tersebut.

"Ya macam-macam, ada yang mau lihat, yang megang, ada juga yang mau foto. Ya namanya jarang banget ular sanca kan di kampung ini, jadi rame yang mau lihat," ujar Dasuki.

Ular sanca itu kemudian diserahkan ke komunitas pencinta reptil yang ada di Kota Bekasi. Warga pun menjadi lebih was-was terhadap kemungkinan munculnya ular-ular lain di perkampungan mereka.

2 dari 3 halaman

Penyebab Ular ke Permukiman

Anton dari komunitas reptil mengatakan, ular sanca kembang yang ditangkap oleh warga, berjenis kelamin betina. Ular dengan nama latin Python Reticulatus itu diperkirakan sudah berumur sekitar 2 tahun.

Menurutnya, selain karena habitat yang terkena banjir, kemunculan ular piton ke permukiman warga juga disebabkan maraknya penggusuran lahan.

"Kalau banyak lahan digusur, habitatnya atau lahan si piton tersingkir. Mau gak mau dia akan keluar dari situ. Apalagi pasca banjir lobangnya kerendam air, pasti dia keluar. Kalau ular jenis sanca yang ditangkap warga ini, biasa hidup di hutan tropis, perkebunan, juga gorong-gorong," jelas Anton.

Ia menjelaskan, sifat ular pada umumnya cenderung menghindari kontak dengan manusia. Setiap berjumpa dengan manusia, maka ular akan bereaksi bila merasa dirinya terancam.

"Pada dasarnya ular menghindari manusia. Nah kalau ular sanca, dia menyerang, menggigit dan membelit, tapi tidak berbisa. Gigitannya bisa merobek-robek daging karena taringnya panjang," tutupnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sekilas Sejarah Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi yang Berumur 300 Tahun
Artikel Selanjutnya
Baru Selesai Berburu, Tyler Digigit Ular Berbisa di Kepala