Sukses

Top 3 News: Ada Campur Tangan Megawati di Balik Jabatan Direktur IMF Sri Mulyani

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 News, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui ada peran penting Megawati Soekarnoputri saat dirinya menjabat sebagai Direktur International Monetary Fund (IMF).

Saat itu Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara dari tahun 2002 hingga 2004. 

Kiprah Sri Mulyani di Tanah Air juga disebut tak lepas dari peran Megawati. Ketua Umum PDIP itu menceritakan perannya mengusulkan Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan kepada Presiden Jokowi.

Kabar dua pesawat Garuda Indonesia yang nyaris adu banteng di landasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, juga tak kalah menyita perhatian.

Kemenhub mengungkap penyebab kedua pesawat yang saling beradu moncong tersebut. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti memastikan kejadian pada 12 Desember 2019 kemarin disebabkan oleh pengaruh cuaca buruk.

Lantas, bagaimana kabar delapan anggota Mapala Unsika yang terjebak dalam Gua Lele Karawang? 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 22 Desember 2019:

2 dari 5 halaman

1. Sri Mulyani Akui Jadi Direktur IMF karena Campur Tangan Megawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan dirinya pernah berkiprah di dunia internasional karena campur tangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Kala itu, ia ditugaskan Megawati menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF).

Dari tahun 2002 sampai 2004 Sri Mulyani memang menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara. Baru pada tahun 2004, ia pulang karena ditunjuk sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Setelahnya, masih pada saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dirinya berkarir di Bank Dunia. Selanjutnya, Sri Mulyani mengisi jabatan penting di pemerintahan Indonesia.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Kemenhub Ungkap Penyebab 2 Pesawat Garuda Nyaris Bertabrakan di Soetta

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengungkapkan penyebab dua pesawat Garuda Indonesia yang nyaris adu banteng di landasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kota Tangerang.

Dia memastikan kalau kejadian yang terjadi pada Kamis, 12 Desember itu disebabkan oleh pengaruh cuaca buruk.

"Bukan, bukan karena overtime. Karena pada waktu itu lagi cuaca buruk, jadi suara dari ATC agak terganggu," kata Polana di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 22 Desember 2019.

Intinya, lanjut Polana, biang masalah ada di sistem komunikasi. Lantas, apakah ada sanksi kepada pilot?

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Delapan Anggota Mapala Unsika Terjebak di Dalam Gua Lele Karawang

Enam orang anggota Mapala Universitas Karawang dilaporkan terjebak dalam Gua Lele di Kampung Tanah Beureum RT 03/02, Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan. Dari enam orang yang terjebak tiga orang dikabarkan pingsan kehabisan oksigen.

Saat ditemukan tiga orang sudah dalam keadaan pingsan dalam Gua Lele, sementara tiga rekannya dalam keadaan selamat.

Kapolsek Pangkalan AKP Eka Asmayani mengaku mendapat laporan dari rekan korban sesama tim Mapala Unsika melaporkan kejadian adanya peristiwa anggota tim Mapala yang terjebak dalam Gua Lele sekitar pukul 19.00 WIB.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: