Sukses

Saut Tak Masalah Jika Hanya Peneror Novel Baswedan yang Terungkap

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyambut baik pertemuan Kapolri Jenderal Idham Azis dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi membahas perkembangan investigasi kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan.

Saut berharap, Presiden Jokowi maupun Kapolri segera menyampaikan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan itu ke publik.

"Ya memang harus dilaporkan ke publik ya, apapun hasilnya. Ada, enggak ada kemajuan itu harus dilaporkan pada publik secara periodik," ujar Saut saat dikonfirmasi, Rabu (11/12/2019).

Terkait dengan kekhawatiran beberapa pihak bahwa Polri hanya akan mengungkap pelaku, tanpa menjerat dalang atau aktor intelektual di balik penyerangan air keras tersebut, menurut Saut tak masalah.

Yang terpenting bagi Saut adalah adanya perkembangan dalam penanganan kasus tersebut. Setidaknya dengan terungkapnya pelaku di lapangan, penegak hukum bisa terus mendalami hingga menemukan dalang maupun aktor intelektual di balik teror air keras itu.

"Sama kayak di KPK kan, kita kadang-kadang yang ketemu di awal Rp 50 juta, dikembangkan di belakangnya gede banget, itu biasa. Yang penting nanti ketika itu mulai proses, muncul dakwaan itu, kan sudah kelihatan pihak-pihak yang terlibat di situ," kata Saut.

Meski demikian, Saut tetap berharap Polri bisa mengungkap semua pihak yang terlibat dalam teror air keras terhadap penyidik Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 lalu.

"Ya harus ditemukan (semua) dong," kata Saut.

 

2 dari 3 halaman

Kekhawatiran Pengacara Novel Baswedan

Sebelumnya, Tim advokasi Novel Baswedan, Haris Azhar telah mendengar Kapolri Jenderal Idham Azis akan melaporkan perkembangan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK itu ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Haris mengaku masih akan menunggu perkembangan dari pelaporan tersebut. Hanya saja, dia memiliki kekhawatiran sendiri.

"Saya khawatir yang diumumkan pelaku-pelaku lapangan saja," ujar Haris di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Menurut Haris, penyerangan air keras terhadap Novel ini bukan hanya kejahatan biasa. Melainkan kejahatan yang diduga sudah direncanakan dan terstruktur. Menurut Haris, jangan hanya pelaku lapangan yang diungkap, melainkan dalang di balik aksi teror tersebut.

"Serangan terhadap Novel inikan sistematis, terkait juga dengan serangan-serangan lain, jadi harusnya dilihatnya ada kontruksi besar bukan pelaku lapangan saja," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tak Mau Harun Masiku Bebas Lama, KPK Terus Buru
Artikel Selanjutnya
KPK: Harun Masiku Bukan Korban