Sukses

Buntut Penyelundupan Harley Davidson, Erick Thohir Lakukan 3 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta - Mencoreng citra BUMN. Itulah yang dikatakan Erick Thohir saat mengetahui kasus penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan sepeda bermerek Brompton dilakukan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Kasus penyelundupan ini berawal saat pihak Bea dan Cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan terhadap pesawat baru Garuda jenis Airbus A330-900 yang baru tiba dari Toulouse, Prancis, Minggu, 17 November 2019.

Sempat dinyatakan tidak ada kargo dalam pesawat. Namun, nyatanya petugas menemukan 18 koli kotak warna cokelat. 15 di antaranya berisi mesin-mesin motor Harley Davidson yang terpisah dan tiga kotak sepeda Brompton beserta aksesorisnya.

Belakangan diketahui barang-barang tersebut milik Dirut Garuda Ari Askhara. Erick pun bertindak tegas dengan memecatnya setelah Ari mengaku dirinya adalah pemilik barang selundupan tersebut.

Dia pun menyatakan, kasus ini menjadi wujud nyata dari bobroknya jajaran direksi di Garuda. Erick juga menduga penyelundupan tersebut dilakukan lebih dari satu orang dan dilakukan secara sistemik.

"Yang dilakukan ini kan sistemik. Dalam arti, dari dirutnya ada kerjasama ini ini terus. Bukan Individu. Bahkan pesawatnya aja dipakai, yang notabene, masih dalam tanda kutip, keuangan negara. Masuk ke hanggar. Itu kan sudah skenario," ucap Menteri BUMN ini.

Lantas, langkah apa yang dilakukan Erick Thohir selanjutnya?

2 dari 5 halaman

Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis.

"Saya sebagai Kementerian BUMN, akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Luar Biasa Pemegang Saham. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Dirut Garuda Indonesia itu mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri daripada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Pecat Seluruh Direksi Garuda Indonesia

Tak cuma memecat Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara, Menteri BUMN Erick Tohir pun memutuskan untuk mencopot seluruh direksi maskapai pelat merah tersebut baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Hal itu disampaikan oleh Komisaris Utama (Komut) Sahala Lumban Gaol usai melakukan rapat di Kementerian BUMN.

"Pada hari ini tanggal 7 Desember telah dilaksanakan pertemuan dengan Menteri BUMN dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia. Dan menyepakati hal sebagai berikut, pertama akan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley dan Brompton dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada tanggal 17 November 2019 di Soekarno Hatta, Cengkareng sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Sahala, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

Namun saat ini, pemberhentian tersebut hanya bersifat sementara hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung dari Senin, 9 Desember 2019 mendatang.

4 dari 5 halaman

Tunjuk Plt Dirut Garuda

Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Fuad Rizal ditunjuk jadi Pelaksana Tugas Direktur Utama Garuda Indonesia, menggantikan sementara Ari Askhara.

Ari Ashkara dicopot karena diduga melakukan penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, melalui pesawat Garuda Indonesia.

"Jadi sudah pada konfirmasi pelaksana tugas Dirut adalah Direktur Keuangan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip Antara, Jumat 6 November 2019.

Karena itu, untuk terkait pengawasan keselamatan penerbangan tidak masalah karena ditangani oleh Direktur Operasi dan Direktur Teknik.

Pernyataan tersebut menanggapi kekosongan jabatan yang ada di posisi tertinggi organisasi Garuda Indonesia, terlebih saat ini jelang musim ramai Natal dan Tahun Baru.

"Kalau safety (keselamatan) adalah domain Direktur Operasi dan Direktur Maintenance, jadi sudah sesuai dengan kualifikasi, tentu keamanan tidak bermasalah," imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Erick Thohir: BUMN Untung Boleh Naik Pesawat Kelas Bisnis, Merugi di Ekonomi
Artikel Selanjutnya
Tutup BUMN Merugi, Erick Thohir Tunggu Aturan Main