Sukses

Tak Hanya Desa Fiktif, Ada 3 Desa Diduga Siluman di Kabupaten Konawe

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merespons temuan kasus desa hantu yang diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Jokowi menyatakan empat desa hantu merupakan jenis desa fiktif atau hanya sekedar nama, dan tak memiliki tatanan masyarakat di dalamnya.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (7/11/2019), Jokowi meminta aparat terkait untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kementerian Dalam Negeri sudah menindak lanjuti temuan desa hantu ini. Mendagri Tito Karnavian sudah menerjunkan tim bekerjasama dengan provinsi dan Polda Sultra.

"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote adalah sebuah pengelolaan yang tidak mudah. Tapi tetap kita kejar agar nama-nama desa yang tadi diperkirakan diduga itu fiktif, ketemu ditangkap," ucap Jokowi. 

Sejauh ini, Polda Sultra telah memeriksa 57 saksi terkait temuan desa hantu di Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Dari 56 desa, terdapat 23 desa yang tidak terdata di Kemendagri dan ada tiga desa diduga siluman kerena tidak memiliki wilayah, penduduk, kepala desa, dan tidak memiliki struktur beraorganisasi, namun menerima aliran dana desa.

Kasus penyalahgunaan dana desa melalui pembentukan desa fiktif yang ditemukan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini menjadi bola panas atas kejahatan tindak pidana korupsi yang terstruktur.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Sulawesi Tenggara belum menetapkan tersangka menunggu hasil audit dari BPKP.