Sukses

Profil Syahril Yasin Limpo, Calon Menteri Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II

Liputan6.com, Jakarta - Syahrul Yasin Limpo dipanggil Presiden Jokowi, Selasa (22/10/2019). Dia pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan hingga 8 April 2018.

Belum diketahui, posisi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II yang diserahkan Jokowi kepadanya.

Namun, politikus Nasdem itu mengaku, diminta Jokowi sebagai bagian dari kabinet kerja. Namun dia tidak menjelaskan di posisi apa di kabinet nantinya.

"Yang banyak beliau ditanyakan ke saya bagaimana 267 juta jiwa kita jamin agar besok kehidupan menjadi lebih baik, damai, tenteram, teratur dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Lebih khusus di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya," kata Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019).

Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syahrul pernah menjabat sebagai Bupati Gowa selama dua periode.

Dia kemudian pernah menjabat Wakil Gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam, sampai akhirnya dia bertarung sebagai calon incumbent pada Pilkada Sulses di 2007.

Berikut profil singkat Syahrul Yasin Limpo yang dihimpun dari merdeka.com: 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 6 halaman

Jejak Politik

Syahrul Yasin Limpo lahir di Makassar pada tanggal 15 Maret 1955 dari pasangan H Muh Yasin Limpo dengan Hj Nurhayati Yasin Limpo.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syahrul Yasin Limpo pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Gowa selama dua periode, kemudian menjabat Wakil Gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam.

Pada Pilkada Sulawesi Selatan 2007, Syahrul Yasin Limpo berpasangan dengan Agus Arifin Numang (saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel) yang merupakan salah satu Pimpinan DPD Golkar Sulsel.

Pasangan tersebut diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Setelah menjalani persaingan yang ketat, Syahrul Yasin Limpo akhirnya memenangi pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2007 bersama pasangannya, Agus Arifin Nu'mang.

3 dari 6 halaman

Wujudkan Ide Pendidikan dan Kesehatan Grartis

Saat maju bersama Agus Arifin Nu'mang, Gubernur yang terkenal dengan tagline "Sayang" ini yang merupakan singkatan dari nama keduanya, dia mulai merealisasikan ide-idenya antara lain berupa pendidikan dan kesehatan gratis. 

Menurut dia, hal dasar dalam menyejahterakan rakyat dan membuat suatu bangsa maju terletak dari tingkat pendidikan suatu rakyat atau bangsa.

Dia menambahkan, hak dasar manusia sebenarnya adalah kesehatan. Karena sebuah negara tidak akan makmur bila kesehatannya tidak diperhatikan.

Hasilnya kini, pendidikan gratis telah direalisasikan di kabupaten Gowa dan daerah lainnya sampai tingkat SMA.

Sementara di bidang kesehatan, rumah sakit yang ditunjuk pemerintah menggratiskan biaya kesehatan, yakni melayani pasien dengan hanya menerima pembayaran fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

4 dari 6 halaman

Pendidikan

Syahrul Yasin Limpo menghabiskan masa pendidikannya di kota kelahirannya, Makassar. Dia menyelesaikan bangku sekolah dasar di SD Mangkunegara, Makassar pada 1967.

Kemudian pada 1970 dia lulus dari SMP Negeri 6 Makassar, dan berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA Katolik Cendrawasih Makassar pada 1973.

Memasuki perguruan tinggi, Yasin Limpo juga kembali menempuh pendidikan di Makassar. Universitas Hasanudin Makassar menjadi tempanya menimba ilmu hingga mendapat gelar pascasarjana.

Dilansir dari Merdeka, Yasin tercatat telah menyabet pascasarjana sebanyak tiga kali, yakni pada 1999, 2004 dan 2008. Setelah sebelumnya meraih strata 1 di bidang hukum pada 1983. 

5 dari 6 halaman

Deretan Prestasi

Syahril Yasin Limpo juga memiliki segudang prestasi atas hasil kerjanya. Pada 1997, dia menerima penghargaan Manggala Karya Kencana-Men, Kepdd/BKKBN.

Masih pada tahun yang sama, Yasin menerima Perhargaan Bhakti Koperaso dan Pengusaha Kecil-Menkop & UKM. Pada 1997, dia mendapatkan penghargaan Upakarti dari Presiden RI. 

Tahun berikutnya, dia menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI, Satya Lencana Pembangunan-Presiden RI, pada 2001, dan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI, pada 2003. 

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Akademisi Dukung Penyusunan Data Pertanian
Artikel Selanjutnya
Ketika Jokowi Ingin Pangkas Eselon Tapi Tambah Jabatan Lain di Kabinet