Perkuat Profesionalisme Kader dan Kualitas SDM, Muslimat NU Gandeng ESQ

Pengusaha muda Aushaf Fajr memolopori gerakan 'Nggugah Nganjuk' untuk seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) sebagai angin segar memperbaiki dan memperbarui wajah Nganjuk lebih unggul.

Diperbarui 13 Mei 2025, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa melalui pendekatan spiritual dan saintifik, Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) menggandeng ESQ Leadership Center untuk menggelar program penggalian potensi kader menggunakan metode Talent DNA ESQ berbasis Artificial Intelligence .

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemetaan potensi diri berbasis Talent DNA.

Hal tersebut disampaikan Khofifah Indar Parawansa dalam capacity building bersama ESQ Leadership Center di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Minggu (11/5/2025) sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU.

Kegiatan ini dihadiri ratusan kader Muslimat NU dari berbagai daerah mengikuti pelatihan Talent DNA yang dikembangkan oleh Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.

"Pelatihan ini bertujuan menggali kekuatan alami, kemampuan bawaan, dan karakter unik tiap individu. Pelatihan sangat relevan bagi Muslimat NU sebagai organisasi perempuan Islam terbesar yang memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput," ujar Khofifah, melalui keterangan tertulis, Minggu (11/5/2025).

"Potensi besar sering kali terpendam karena tidak dikenali atau tidak diberi ruang yang sesuai. Melalui Talent DNA, kita bantu kader mengenali siapa dirinya, apa kekuatannya, dan di mana dia bisa memberi kontribusi terbaik," sambung dia.

Menurut Khofifah, pemetaan potensi ini krusial untuk menjadikan organisasi lebih adaptif, dinamis, dan profesional. Dia meilai, penempatan kader sesuai talenta akan membuat program kerja lebih efektif, efisien, dan berdampak luas.

"Kader yang punya bakat mengajar, akan optimal di bidang pendidikan. Begitu pula yang unggul di kesehatan, sosial, advokasi, atau kewirausahaan," terang Khofifah.

 

Optimalkan Potensi untuk Kemaslahatan Umat

Khofifah menilai pendekatan ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong individu mengenali dan mengoptimalkan potensi demi kemaslahatan umat. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, ia yakin kader Muslimat NU akan mampu memberi pelayanan yang maksimal dan profesional.

Khofifah berharap metode Talent DNA dapat menjadi bagian dari sistem kaderisasi Muslimat NU secara berkelanjutan, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.

"Rencana pengembangan sistem digital berbasis data potensi kader, untuk mendukung pengelolaan organisasi yang presisi dan berbasis data," jelas Khofifah.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian menyampaikan apresiasi kepada organisasi Muslimat NU atas inisiatifnya dalam membongkar potensi para kader melalui metode Talent DNA.

"Saya sangat menghormati Muslimat NU yang tidak berhenti menjadi penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, tetapi kini juga bergerak dinamis dalam memetakan potensi kadernya secara terukur. Ini bukan hanya langkah cerdas, tapi juga langkah strategis dalam menghadapi masa depan," kata Ary Ginanjar.

 

Siap Bertransformasi dan Beradaptasi dengan Zaman

Ary mengatakan, dengan terlaksananya program ini, Muslimat NU menegaskan diri sebagai organisasi perempuan Islam yang siap bertransformasi dan beradaptasi dengan zaman, tanpa meninggalkan akar nilai tradisi dan spiritualitas yang menjadi jati diri.

"Perubahan tidak lahir dari luar, tapi dari dalam diri. Dan hari ini, saya melihat harapan itu nyata di Muslimat NU," tutur dia.

"Semoga pertemuan ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih erat dalam memberdayakan perempuan dan memperkuat peran Muslimat NU di seluruh Indonesia," tandas Ary.

Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan, pengurus baru hadir dengan semangat perubahan yang inklusif, terbuka untuk kolaborasi, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

"Kami akan memastikan Muslimat NU tetap relevan. Perempuan Indonesia tidak hanya perlu dilindungi, tetapi juga diberdayakan agar bisa berkontribusi penuh dalam pembangunan bangsa," ucap Arifatul yang juga merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Rudy Mas'ud, Gubernur Kalimantan Timur Sarifah Suraidah dan istri Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Fatma Syaifullah Yusuf.

Lalu istri Menteri Agraria Nusron Wahid, Dilly Rosi Timadar, Dewan Pertimbangan Pimpinan Muslimat NU Farida Sholahuddin Wahid, Dewan Pertimbangan Pimpinan Pusat Muslimat NU Nyai Mahfudoh Wahab Hasbullah, Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU Nurhayati Said Agil Siradj, Asosiasi Profesor Muslimat NU, Ketua PW Muslimat NU seluruh Indonesia, dan Ketua PC Muslimat Nu Se Kalimantan Timur.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6