Bocoran Strategi Kemenperin Siapkan SDM Industri Masa Depan

Gandeng Swiss & Jerman, Kemenperin percepat cetak SDM industri kelas dunia lewat National DVET 2026 demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 18:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Pemerintah Swiss dan Jerman untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri berstandar global melalui penyelenggaraan National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transisi ekonomi hijau, dan perubahan rantai pasok global menuntut SDM industri yang adaptif dan kompetitif. Karena itu, pemerintah menjadikan pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai prioritas nasional.

"Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri," kata Agus di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan dari program peningkatan kompetensi vokasi yang telah berjalan sejak 2018. 

National DVET 2026 diselenggarakan pada 21–23 Juli 2026 di Jakarta sebagai wadah memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan sektor manufaktur.

"Sekolah dan industri tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam mencetak talenta masa depan," ujar Kepala BPSDMI Doddy Rahadi.

Hibah Peralatan Listrik Modern

Doddy mengatakan kerja sama dengan Swiss dan Jerman telah menghasilkan hibah peralatan praktik modern, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik, serta penguatan kelembagaan pendidikan vokasi sesuai standar industri.

Head of Cooperation SECO Violette Ruppanner menilai keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum dan penyediaan program magang akan memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

"Ketika perusahaan aktif membantu menyusun kurikulum, menyediakan magang terstruktur, dan berinvestasi pada talenta masa depan, semua pihak akan diuntungkan," kata Violette.

Sementara itu, Deputy Country Director GIZ Shameer Khanal menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci keberhasilan transformasi industri dan transisi ekonomi hijau.

"Tidak ada transisi hijau yang dapat berhasil tanpa tenaga kerja yang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang tepat," ujar Shameer.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6