Sukses

Berkat Tangan Dingin BJ Habibie, Indonesia Produksi Pesawat Terbang Sendiri

Liputan6.com, Bandung - Nama Bacharudin Jusuf Habibie atau yang biasa dikenal BJ Habibie tidak bisa dilepaskan dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI),yaitu industri penerbangan yang dahulu berjuluk Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (12/9/2019), berkat tangan dingin BJ Habibie, Indonesia mampu memproduksi pesawat terbang sendiri.

Salah satu tonggak itu adalah pesawat CN 235. Pesawat buah kerja sama Indonesia dan Spanyol itu terbang mulus pada Desember 1983. Pesawat ini pun banyak dipesan berbagai negara.

Langkah Habibie pun berlanjut. Didukung segenap tenaga asli Indonesia pada 10 November 1994, IPTN di bawah Habibie meluncurkan pesawat N 250 dan terbang perdana 10 Agustus 1995.

Dan hingga akhir hayatnya, Habibie masih berupaya mewujudkan mimpinya untuk memproduksi pesawat R 80. Jenis pesawat yang rancang-bangunnya didasarkan untuk menghubungkan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan.

Dengan berbagai warisannya, bagi segenap pimpinan dan pegawai PTDI, kepergian BJ Habibie adalah kehilangan besar.

"Tentunya kami merasa kehilangan ya. Kalau ketemu beliau motivasi dan semangat beliau ini yang menjadi acuan kami. Sehingga beliau selalu berpesan kami mampu untuk meneruskan pengembangan industri ini," ucap Dirut PTDI Elfien Goentoro.

Sebagai penghormatan atas jasa besar BJ Habibie dalam pengembangan industri dirgantara di Tanah Air, jajaran direksi dan perwakilan karyawan PTDI akan bertolak dari Bandung, Jawa Barat, untuk turut mengantar tokoh pendiri industri pesawat Indonesia itu ke tempat peristirahatan terakhirnya.