Begini Cara Petani Tasikmalaya Atasi Kekeringan di Musim Kemarau

Kincir air berbahan bambu dibuat secara gotong royong. Satu kincir air diyakini mampu mengairi satu hektare sawah yang mulai dilanda kekeringan.

Diterbitkan 20 Juli 2019, 12:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fokus, Tasikmalaya - Inilah kincir air bambu yang dibuat sejumlah petani di Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (20/7/2019), kincir air di Sungai Citanduy ini menjadi andalan petani untuk mengalirkan air ke sawah hingga kolam di musim kemarau.

Kincir air berbahan bambu dibuat secara gotong-royong dengan biaya sekira Rp 1 juta. Satu kincir air diyakini mampu mengairi satu hektare sawah.

Selama musim kemarau, petani membuat sejumlah kincir air. Kincir tersebut dinilai lebih efektif dibanding penggunaan pompa yang membutuhkan biaya bahan bakar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6