Sukses

Krisis Air Bersih Ancam Pengungsi Banjir Bandang dan Longsor di Papua

Fokus, Jayapura - Sepekan usai diterjang banjir bandang dan longsor melanda Papua, lebih dari 11 ribu warga masih mengungsi. Berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk dan minimnya air bersih menjadi ancaman bagi ribuan pengungsi.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (23/3/2019), tidur berdesakkan dalam kondisi seadanya, itulah kondisi korban banjir bandang yang tinggal di pengungsian di Posko Gajah Mada, Kabupaten Jayapura, Papua, selama sepekan terakhir.

Kerap kali, beberapa di antara mereka meneteskan air mata mengingat dahsyatnya air yang membuat hidup mereka porak poranda. 

Hingga Sabtu pagi tadi, korban tewas bencana banjir bandang dan longsor mencapai 112 jiwa. 105 di antaranya merupakan korban banjir bandang di Sentani, dan tujuh lainnya adalah korban tanah longsor di wilayah Ampera, Kota Jayapura.

Sampai saat ini, lebih dari 11 ribu warga terpaksa mengungsi tersebar di 29 posko pengungsian. Saat ini selain bahan makanan, mereka juga memerlukan pakaian, terutama pakaian dalam.

Penyakit juga mulai jadi ancaman bagi para pengungsi. Di posko kesehatan Induk di Gunung Merah, hingga sepekan ini, tim medis menangani 4.000 warga. Penyakita seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan gatal-gatal, menjadi keluhan para pengungsi yang jumlahnya menunjukkan peningkatan.

Banjir bandang dan longsor di wilayah Sentani dan Kota Jayapura, Papua, terjadi Sabtu, 16 Maret pekan lalu. Musibah tersebut menghancurkan permukiman warga serta fasilitas pemerintah dan menelan 112 korban jiwa. (Galuh Garmabrata)