Gelaran Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2025, Gekrafs Targetkan Transaksi Capai Rp 50 Miliar

Gelaran Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 sukses menjadi ajang kolaborasi akbar yang menyatukan talenta kreatif, pemerintah, dan dunia usaha dari seluruh Indonesia.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 22:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 sukses menjadi ajang kolaborasi akbar yang menyatukan talenta kreatif, pemerintah, dan dunia usaha dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kawendra Lukistian hadir sebagai motor penggerak, menggalang seluruh kader terbaik bangsa.

"Hekrafnas tahun ini, yang mengusung semangat OktoberKreasi, membuktikan kekompakan pelaku ekonomi kreatif bersama pemerintah, dunia usaha, dan komunitas," ujar Kawendra melalui keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).

Rangkaian kegiatannya berlangsung pada 21–31 Oktober 2025, dipusatkan di Creative Zone Dukuh Atas, Jakarta, dan ditutup dengan puncak acara di Semarang, Jawa Tengah.

Kawendra menjelaskan, salah satu program utama adalah 'BRI x GEKRAFS: Pekan Belanja Produk Ekraf Nasional' yang digelar serentak di 20 lokasi.

"Program ini menargetkan partisipasi 2.000 jenama lokal serta transaksi hingga Rp50 miliar selama sepuluh hari. Perayaan Hekrafnas harus memberi manfaat nyata," terang dia.

"Hekrafnas ketiga tahun 2025 ini adalah National Activation, insya Allah dari 20 wilayah yang terlibat kita. Mudah-mudahan bisa terkumpul transaksi sekitar minimalnya Rp 50 miliar," sambung Kawendra.

Ia menekankan, perayaan Hekrafnas tak boleh hanya meriah secara seremonial, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh para pelaku ekraf dan masyarakat luas.

Semangat inklusif Hekrafnas 2025 tampak dari perluasan jangkauan kegiatannya ke berbagai daerah. Ketua Komite Hekrafnas 2025 Rezza Artha mengatakan, Hekrafnas tidak lagi terpusat di Jakarta.

"Tadinya kita menyelenggarakan Hekrafnas ini hanya di satu spot di Jakarta saja, maka di tahun ini kita ingin se-Indonesia bisa merasakan hype-nya perayaan Hekrafnas," kata Rezza.

 

Wujudkan Ekonomi Kreatif

Kemudian, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menambahkan, kampanye OktoberKreasi dimaksudkan menjadi wadah para kreator dari Sabang sampai Merauke.

"Mari bergotong-royong mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Irene.

Suksesnya Hekrafnas tak lepas dari dukungan penuh pemerintah. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, peran strategis sektor ini.

"Ekonomi kreatif kini bukan lagi pelengkap, melainkan mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Kontribusinya nyata terhadap PDB, ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja," terang Riefky.

"Hari Ekraf Nasional bukan sekadar perayaan seremonial satu hari, tetapi momen penting bagi para pegiat kreatif untuk bergerak bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, menciptakan ekosistem ekraf yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata," jelas dia.

Dukungan legislatif juga mengalir dari Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Dewan Penasehat GEKRAFS Sufmi Dasco Ahmad.

"Ekonomi kreatif adalah masa depan perekonomian nasional. GEKRAFS harus menjadi mitra strategis negara dalam memperjuangkan kepentingan pelaku ekonomi kreatif," ucap Dasco.

 

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pada jajaran pemerintah, Wakil Menteri BUMN dan Ketua Dewan Pembina GEKRAFS Sandiaga Salahudin Uno pun optimistis.

"GEKRAFS adalah gerakan kebangsaan, bukan sekadar organisasi. Kalau kita jaga semangat kolaboratif ini, saya yakin Indonesia akan jadi pusat ekonomi kreatif dunia," terang Sandiaga Uno.

Kawendra Lukistian berhasil menghimpun tokoh-tokoh terdepan dari berbagai bidang dalam struktur kepengurusan DPP GEKRAFS, termasuk Raffi Ahmad dan Melly Goeslaw.

"Struktur ini semakin lengkap dengan kehadiran tokoh-tokoh lintas bidang. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat komitmen kolaborasi lintas sektor," kata Kawendra.

"Semoga dengan formasi ini, GEKRAFS bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia," sambung dia.

Menutup perhelatan akbar ini, Wakil Ketua Harian DPP GEKRAFS Mohamad Amin Ahlun Nazar menyebut, Hekrafnas sebagai momentum untuk memperkuat identitas kolektif. Amin berharap terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif terbaik di dunia yang memperjuangkan para pelakunya.

Hekrafnas 2025 telah menjadi ajang unjuk gigi bahwa kreativitas anak bangsa mampu menyatukan berbagai elemen, dan kolaborasi inilah yang disebut Menteri Ekraf Teuku Riefky sebagai kunci.

"Kolaborasi ini menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di kancah global," pungkas Riefky.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6