Sukses

Bareskrim Mabes Polri Periksa Muchdi

Liputan6.com, Jakarta: Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Kamis (9/6), memeriksa Muchdi Purwopranjono. Menurut kuasa hukum Muchdi, Eggi Sudjana, kliennya diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan empat petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), seorang di antaranya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.
 
"Ya, benar. Dan pemeriksaannya sudah selesai, tadi mulai pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul 13.30 WIB. Pak Muchdi diperiksa oleh Kompol Elly," ujar Eggi saat dihubungi wartawan, Kamis siang.
 
Dalam pemeriksaan yang kali pertama ini, lanjut Egi, kliennya diberikan 20 pertanyaan terkait dengan laporannya. Selain itu, rencananya, 13 Juni nanti, kliennya akan kembali diperiksa bersama dua saksi dari pihaknya. "Kedua saksi Korwil di Papua bersama Endin Soefihara. Kedua saksi itu juga hadir saat Muswil," tutur Egi. Dijelaskan Rusdi adalah Ketua Tim Sukses Muchdi Pr untuk Muswil Papua dan Ketua Tim Sukses untuk Muktamar nanti.
 
Sebelumnya, Muchdi Pr mendatangi Bareskrim pada 23 Mei silam, untuk Ketua Umum PPP, lalu Ketua DPP PPP Bidang Organisasi Kaderisasi dan Kepemimpinan Emron Pangkapi, Wasekjen DPP PPP M Romahurmuzy, dan Husnan Bey Fananie. Dalam pelaporan yang tercatat dalam Surat Pelaporan No Pol TBL/191/N/2011/Bareskrim, keempat petinggi PPP itu dituduh melanggar Pasal 310 ayat (1) KUHP tentang penghinaan, Pasal 311 ayat (1) KUHP tentang fitnah, serta Pasal 335 ayat (1) butir ke-1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.
 
Suryadharma CS dilaporkan karena membuat pernyataan dan keputusan tidak sah atau menolak hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Papua yang digelar di Hotel Muspagco, 15 Mei 2011. DPP PPP justru hanya mengakui kepemimpinan Bachtiar Gaffar, sebagaimana hasil Muswil DPW PPP Papua yang digelar di Hotel Sentani. Padahal Muswil di hotel Muspagco menghasilkan nama Muchdi Pr terpilih sebagai Ketua Harian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Papua.(BJK/AIS)