Cut Tari 6 Tahun Rehat dari Dunia Hiburan, Comeback dengan Main Sehat di Wajah Cinta yang Lain

Sibuk bintangi Wajah Cinta yang Lain, Cut Tari ingin syuting sehat dan tetap luangkan waktu untuk keluarga.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah enam tahun rehat dari segala kegiatan di dunia hiburan, Cut Tari kembali dengan bintangi sinetron SCTV bertajuk Wajah Cinta Yang Lain. Sinetron yang sudah memasuki episode 106 per Kamis (22/10/2026) kemarin itu juga dibintangi nama-nama kondang lainnya seperti Dinda Kirana, Oka Antara, dan Andri Mashadi.

“Ini kan pertama kali aku syuting stripping lagi setelah menikah yang kedua, aku rehat sekitar enam tahun lebih dari entertainment,” ujar puan yang akrab disapa Tari itu dalam wawancara online yang dihelat oleh SCTV, Kamis (22/10/2026).

Aktris berusia 48 tahun tersebut mengungkapkan kesannya yang menyenangkan dalam mengikuti projek ini, terutama bertemu dengan para pemain dan kru yang seru.

“Kemudian, aku diajak stripping ini lagi, terus projek ini sangat menyenangkan bersama pemain-pemain dan tim di sini yang sangat seru,” ujarnya.

Baginya, hal terpenting dari menjalani suatu projek adalah menjalaninya dengan sehat dan masih dapat meluangkan waktu dengan keluarga. “Dan paling penting aku main sehat ya, pulang dan perginya segala macem. Jadi ada waktu sama keluarga, suami, anak, jadi bikin aku enggak kapok sih,” tambahnya.

Alasan Ambil Karakter Antagonis

Berperan sebagai Tamara yang merupakan seorang karakter antagonis, Tari mengatakan bahwa yang menarik baginya dalam mengambil peran tersebut adalah tantangannya yang beragam, begitupun dengan protagonis.

“Sebenernya antagonis atau protagonis itu menariknya tantangannya beda-beda. Tapi buat aku antagonisnya pun ada kayak ‘Gimana cara bikin gemesnya ya, gimana cara nguliknya ya.’,” katanya.

Meski sering ditaburi komentar buruk oleh penggemar karena karakter antagonisnya, Tari menyebutkan bahwa protagonis dan antagonis merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam sebuah cerita. Baginya, cerita akan membosankan jika tidak ada karakter jahat.

“Protagonis dan antagonis tuh memang sebuah kebutuhan suatu cerita. Jadi kalo ada yang komen ‘Ih kamu kok jahat banget’ masa mau semua pemain di situ baik. Kalo semua baik kan bosenin banget,” tambahnya.

Membangun Pertemanan di WCYL

Sementara itu, ia mengatakan bahwa ia tidak hanya menemukan teman kerja di dalam proyek tersebut, namun juga membangun pertemanan karena para pemain yang sangat menyenangkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Jujur project ini pemain-pemainnya tuh solid banget, kita bener-bener kompak bukan secara kerja samanya aja, tapi juga pas kita lagi break, kita makan bareng. Jadi ada pertemanan juga di dalam project ini, bukan cuma temen kerja aja,” tuturnya. Ia bahkan menyebutkan kedua rekan kerjanya, Andri Mashadi dan Dinda Kirana, merupakan orang yang menghibur di kesehariannya. “Andri nih, aslinya kocak banget orangnya. Dinda juga kan mukanya kalem, tapi aslinya kocak,” lanjutnya. “Ini emang sekumpulan orang kocak sih di sini, sampe kita kalau take suka ketawa-ketawa.”

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan