Sukses

Kasus Adelina, Kapolri Minta Bareskrim Gencar Operasi Perdagangan Orang

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan memberikan penekanan kepada Bareskrim Polri untuk meningkatkan operasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Salah satu kasus TPPO yang menjadi perhatian luas, menurut Tito, yakni perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan korban tewas di Malaysia.

"Ini menjadi isu terkini, kemarin juga ada korban yang bekerja di negara tetangga. Ada yang meninggal dan tindakan hukum sudah dilakukan oleh negara sahabat kita kepada pelakunya," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Karena kasus itu, Tito mengatakan agar operasi TPPO dapat terus ditingkatkan terutama di NTT. Apalagi untuk periode 2014-2018, lanjut dia, di Indonesia kasus perdagangan orang mencapai 539 kasus dengan 758 orang ditetapkan tersangka.

"Peristiwa ini juga kembali men-trigger penekanan untuk melakukan operasi TPPO, human trafficking terutama di NTT," jelas Tito.

 

1 dari 2 halaman

Kronologi Tewasnya Adelina

Sebelumnya, TKI Adelina Lisao (20), warga Desa Abi, Dusun 2, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, tewas dianiaya majikannya di Malaysia.

Keluarga Adelina melaporkan perekrut diduga telah memalsukan identitas Adelina. Ibu kandung korban, Yohana Banunaek, mengatakan, Adelina diculik orang tak dikenal pada Agustus 2015. Saat itu, kata dia, Adelina masih berumur 17 tahun.

Orang tersebut, kata Yohana, datang ke rumah dan menyampaikan niat untuk mempekerjakan Adelina ke Malaysia kepada orangtua korban. Namun, rencananya ditolak orangtua korban.

Karena ditolak, tanpa sepengetahuan orangtua, keesokan hari, pria yang diduga sebagai perekrut Adelina itu membawa kabur Adelina.

Artikel Selanjutnya
1 Juta Personel Dikerahkan Amankan Pilkada
Artikel Selanjutnya
Kapolri: Teroris di Poso Kurang dari 10 Orang Lagi