Zat Penurun Timbal Dapat Menyebabkan Kanker

Menurut Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, zat penurun timbal pada bensin dapat menyebabkan kanker. Unsur olefin pada zat penurun itu masih tinggi.

Diterbitkan 18 April 2002, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan pemakaian bensin tanpa timbal. Hasilnya cukup lumayan. Menurut hasil penelitian Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) sejak Juli 2001, terdapat penurunan kandungan timbal secara signifikan yakni 0,05 gram dari setiap liter bensin. Tapi, jangan senang dulu. Sebab, ternyata cairan yang dipakai untuk menurunkan timbal dalam bensin, zat high octane mogas component, mengandung unsur olefin tinggi yang dapat menyebabkan kanker. Demikian diutarakan Koordinator KPBB Ahmad Safrudin di Jakarta, baru-baru ini.

Safrudin menjelaskan, angka penurunan itu sebenarnya jauh di bawah standar internasional yang ditetapkan, yaitu di bawah 0,013 gram per liter. Tapi, sayangnya zat adiktif peningkat oktan yang digunakan buat menurunkan timbal yang juga harus diimpor itu ternyata mengadung zat olefin dengan kadar cukup tinggi, mencapai 35 persen per liter bensin. Nah, hasil pembakaran inilah yang menyebabkan kanker dalam waktu tertentu buat mereka yang menghisap. "Padahal, olefin yang ditetapkan Lembaga Lingkungan Internasional hanya 18 persen," jelas Syafrudin.(ICH/Abbas Yahya dan Prihandoyo)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6