Pemerintah Menaikkan Pagu Kredit untuk Nelayan

Pagu kredit bagi nelayan akan dinaikkan pemerintah menyusul peningkatan hasil ekspor sumber daya kelautan. Selama ini, kredit ketahanan pangan nelayan tak lebih dari Rp 50 juta.

Diterbitkan 24 Oktober 2000, 13:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Kesulitan memperoleh modal merupakan hambatan terbesar seorang nelayan untuk mengembangkan usahanya. Hingga saat kini, skim pembiayaan bagi seorang nelayan hanya berasal dari Kredit Ketahanan Pangan yang nilainya tidak lebih dari Rp 50 juta. Oleh karenanya, pemerintah berencana menaikkan pagu kredit bagi para nelayan. Penegasan hal ini disampaikan Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo dalam sebuah seminar mengenai perikanan di Jakarta, Selasa (24/10) pagi tadi.

Menurut Prijadi, kenaikan pagu kredit bagi nelayan memang rencananya akan ditingkatkan lagi. Tujuannya, agar seorang nelayan bisa meningkatkan hasil eksplorasinya. Misalnya saja, untuk keperluan yang menunjang peningkatan hasil ekspor sumber daya kelautan.

Sementara itu, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja, langkah ini merupakan perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan dan kelautan. Sebab, menjelang pemberlakuan Undang-Undang Otonomi Daerah pada Januari tahun mendatang, menurut Sarwono, para nelayan akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Jadi, selain masalah pendanaan, area tangkapan bagi seorang nelayan akan dibatasi secara ketat oleh masing-masing daerah. Artinya, nelayan daerah tertentu akan sulit untuk menangkap ikan di luar daerah asalnya.(BMI/Merdi Sofansyah dan Yoseph H.L.)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6