Pasar Induk Cipinang Kekurangan Stok Beras

Seusai Lebaran, stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jaktim, berkurang. Kekurangan stok tak terlalu berdampak pada harga beras lantaran sebagian besar pembeli sudah mengantisipasi.

Diterbitkan 22 Desember 2001, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Seusai Hari Raya Idul Fitri, stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur berkurang. Hal itu disebabkan lantaran kiriman beras dari sejumlah daerah ke pasar hanya sebanyak 30 kendaraan per hari. Padahal, dalam kondisi normal jumlah kendaraan yang masuk mencapai 400 unit.

Dari pemantauan SCTV di pasar tersebut, baru-baru ini, kekurangan stok tak sampai berdampak signifikan pada kenaikan harga beras. Pasalnya, sebagian besar pembeli memiliki persediaan beras cukup selama Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Dengan begitu, mereka tak perlu membeli beras lagi. Kondisi demikian juga ternyata membuat sebagian toko di Pasar Induk Cipinang tutup. Selain itu, para pekerja toko juga banyak yang memilih libur merayakan Lebaran.

Menurut Ny. Parsini, seorang pedagang, ada sejumlah jenis beras tak memiliki stok lagi alias kosong. Di antaranya adalah beras muncul, saigon Bandung, pandan wangi, dan C4. Sedangkan bagi pedagang yang masih memiliki stok, ada juga yang menaikkan harga dengan alasan kekurangan persediaan. Beras jenis muncul, misalnya, bila sebelum bulan puasa harga per kilogramnya sebesar Rp 2.700, kini menjadi Rp 2.900 per kilo. Demikian juga beras IR yang naik Rp 250 --dari Rp 2.550 perkilo menjadi Rp 2.800 per kilo. Sedangkan jenis pandan wangi hanya naik Rp 200, yaitu dari Rp 2.800 menjadi Rp 3.000.(SID/Sentot Noerachman dan Kurnia Supriatna)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6