Liputan6.com, Jakarta: Jasad Ahmad Dahlan Ranuwihardjo sudah bersemayam di pelukan Ibu Pertiwi. Pakar Tata Negara kelahiran Pekalongan, 13 Desember 1925 itu dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (14/12). Sejumlah tokoh: mantan Menteri Keuangan Mari`e Muhammad, mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Adi Sasono, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Ferry Mursyidan Baldan, terlihat melayat ke rumah duka di Pesanggrahan Permai IVC/48, Jaksel. "Pak De"-panggilan akrab Dahlan- meninggal karena komplikasi sejumlah penyakit. Dia wafat tepat pada hari kelahirannya, sekitar pukul 12.35 WIB. Hingga kini, alamarhum masih tercatat sebagai Dekan sekaligus dosen mata kuliah Hukum Tata Negara dan Bahasa Belanda di Universitas Nasional Jakarta. Namun, karir Pak De tak semulus yang dibayangkan. Buktinya, pada era pemerintahan Presiden Soekarno, dia sempat dipecat dari keanggotaan Badan Pekerja Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara lantaran berselisih dengan Ali Murtopo. Sejumlah kalangan menilai, Dahlan lebih dikenal sebagai tokoh Islam yang sangat nasionalis. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengkaderisasi anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Bahkan, ia sempat memangku jabatan Ketua Umum HMI pada 1951 hingga 1953. Itu sebabnya, ayahanda dari modeling Danny Dahlan ini kerap disebut sebagai Bapak HMI. Cobaan silih berganti menerjang Dahlan. Saat ia mengemban Ketum HMI, Partai Komunis Indonesia pun tengah giat mengganyang tokoh dan warga organisasi Islam yang konon mendapat dukungan Soekarno. Namun, berkat kegigihan Dahlan, orang nomor satu di zaman perjuangan itu bisa dia taklukan. Buktinya, HMI mendapat jaminan tak akan dibubarkan asal institusi Islam itu tetap mendukung kepemimpinan Ayahanda Megawati Sukarnoputri itu. Dahlan kecil hidup hanya dengan berbekal pendidikan santri dari ibu dan seorang pamannya. Sebab, Sang Ayah yang juga pengurus Muhammadiyah Pekalongan wafat pada saat Dahlan berusia setahun. Setelah lulus dari TK Bustanul Athfal, Dahlan melanjutkan sekolah di Zuama Muhammadiyah Yogyakarta. Disinilah, ia bertemu dengan sejumlah tokoh Muhammadiyah seperti Hasan Basri dan Ahmad Azhar Basyir. Pendidikan hukumnya diselesaikan di Universitas Indonesia 1963. Sebelumnya, ia menimba ilmu di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Karena bergabung dalam Pelajar Angkatan Perang, ia mendapat kesempatan tugas belajar di FH UGM. Ia juga dipercaya menjadi Komandan Compie Mahasiswa Brigade XVII TNI bertugas di Markas Ronggolawe I, Lamongan pada tahun 1947-1949. Hingga akhir hayatnya, Pak De yang berpangkat Letnan Purnawirawan itu aktif sebagai pengkader HMI. Di samping itu, dia juga menjabat sebagai Dewan Kurator Universitas Bung Karno. Dedikasinya kepada Putra Sang Fajar itu dituangkan dalam artikel bertajuk Seratus Tahun Bung Karno. Ia juga sempat mejadi Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Bung Karno, Juni silam.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/364392/original/141201cDahlan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)