Sukses

Bakal Caketum Golkar Ini Bakal Modernisasi Partai Politik

Liputan6.com, Jakarta - ‎Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo menilai proses pencalonan anggota legislatif saat ini berbeda dengan dahulu. Menurut dia, pada zaman Orde Baru di partainya Golkar, untuk menjadi caleg ada sistem di mana sumber kepemimpinan dari ABRI dan juga birokrat‎ itu sendiri.

"Setelah reformasi sistem itu mulai terlupakan. Ini harus disadari partai politik semua," kata Indra di Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Menurut dia, sekarang seorang calon legislatif harus keluar uang banyak terlebih dahulu dan calon tersebut berupaya mengembalikan modalnya jika terpilih nantinya. Hal itu dinilainya dapat merontokkan sistem demokrasi

"Seorang calon bupati, gubernur yang sudah dapat uang dari temannya juga harus timbal balik. Ini enggak sehat dan terus berkembang. Ini enggak bagus akibatnya di masyarakat," tutur dia.

‎Politisi senior Partai Golkar ini menambahkan, adanya timbal balik 'modal' dalam pencalonan baik legislatif maupun eksekutif disebabkan tidak adanya dana partai. Dikatakannya, politik uang dalam parpol masih akan terus berjalan kalau keadaan tersebut tidak bisa dibenahi.

‎"Sistem rekruitmen harusnya dijadikan parpol sebagai alat penyaring pemimpin. Saya juga mau jadi Ketua Umum Golkar, tapi susah karena terjadi perubahan kultur karena harus punya uang banyak. Jadi nggak cukup kualitas kalau tidak punya uang," papar dia.

‎Indra pun menghendaki adanya parpol modern dengan pembenahan kaderisasi internal dan mengenai pendanaan. "‎Kalau partai masih begini bagaimana kita mengharapkan adanya rekruitmen yang bagus untuk calon pemimpin," tandas Indra.